Sedekah, Amalan yang Ringan Dilakukan tapi Pahalanya Besar

Jakarta, relawan.id – Amalan utama di bulan Ramadhan yang meningkat pesat di kalangan umat adalah sedekah. Hampir semua badan dan lembaga amil zakat melaporkan bahwa lonjakan ziswaf di bulan Ramadhan berpuluh kali lipat dibanding bulan lainnya. Mengapa orang gemar bersedekah di bulan Ramadhan?

Ramadhan Makin Gemar Bersedekah

Momentum adalah salah satu alasan mengapa orang banyak bersedekah di bulan Ramadhan. Momentum puasa yang membuat orang merasakan lapar dan haus menambahkan rasa empati dan peduli kepada mereka yang berkekurangan. Rasa empati itu kemudian membuat manusia jadi suka berbagi dan kepedulian pun meningkat.

Momentum Ramadhan pun menjadi momentum sedekah seperti, sabda Nabi SAW berikut:

“Dari Anas RA, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya apakah sedekah yang paling utma? Beliau pun menjawab, sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan,” (HR. Al Baihaqi)

Mulai dari itu, rajin bersedekah di bulan Ramadhan adalah sunah Nabi Muhammad SAW.

Ragam Sedekah Khusus di Bulan Ramadhan

Banyak cara dan kesempatan untuk bersedekah yang terbuka lebar di bulan Ramadhan. Beberapa diantaranya adalah:

  • Sedekah di waktu pagi
  • Memberi makan ifthar (berbuka)
  • Fidyah
  • Menyantuni anak yatim
  • Zakatul Fitri

Sedekah di waktu pagi

Sedekah di waktu pagi amat dianjurkan berdasarkan hadits Rasulullah SAW:

Dari Abu Hurairah RA, beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dua malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, “ Ya Allah , berikanlah ganti bagi orang yang berinfak. Dan yang lainnya berkata, Ya Allah, hancurkanlah (harta) orang yang kikir.” (HR. Bukhari-Muslim)

Memberi Makan Ifthar

Sedangkan keutamaan sedekah memberi makan ifthar adalah mendapatkan pahala sahum dari orang yang menyantapnya.

Rasulullah SAW bersabda,”Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit un juga.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Fidyah

Adapun fidyah adalah memberi makan orang miskin apabila kita meninggalkan shaum karena sakit dan tak mampu menjalankan shaum. Dengan besaran 1 mud (cerukan kedua telapak tangan) makanan pokok sekira 0.6 kg per hari yang ditinggalkan.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 184, yang artinya;

“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat  menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan pausamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Menyantuni Anak Yatim

Menyantuni anak yatim juga dapat dilakukan di bula Ramadhan dan sepanjang tahun. Keutamaan menantuni yatim adalah hidup bersama Rarulullah di surga

“Aku dan orang yang menanggung anak yatjm (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian Baliau Nabi SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliu Nabi SAW, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)

Zakatul Fitri

Sedangkan keutamaan zakatul fitri disebutkan oleh Rasulullah SAW:

“Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitri sebagai pembersih (penyucian diri) untuk orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan keji, dan sebagai makanan untuk orang-orang miskin.” (HR. Abu Daud)

Disarikan dari buku 30 Amalan Dahsyat Menangkan Ramadhan yang ditulis Ustadz Bobby Herwibowo Lc