Tips Sahur Sehat untuk Sistem Imun di Tengah Covid-19

Jakarta, relawan.id – Suasana Ramadhan kali ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena bertepatan dengan maraknya wabah Covid-19. Makanya, kita otomatis harus lebih aware sama kesehatan dan kekebalan tubuh saat puasa.

Kebijakan PSBB yang mewajibkan semua orang untuk stay at home menjadikan kita kurang gerak. Karena itu, penting banget buat kita untuk menjaga asupan gizi selama puasa supaya terhindar dari dampak negatif yang disebabkan karena aktivitas tubuh yang minimal. Dan yang gak kalah penting lagi, cara makan yang benar juga harus diterapkan.

Berhubung sedang bulan Ramadhan, kita hanya mengonsumsi makanan dan minuman di dua waktu yaitu sebelum Subuh ketika sahur dan Maghrib ketika berbuka. Nah, dua waktu inilah yang harus kita manfaatkan untuk memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh. Dan gak cuma asal makan, tapi harus dengan gaya hidup yang benar juga.

Berikut ini adalah tips-tips makan sahur sehat dan baik untuk sistem kekebalan tubuh saat bulan Ramadhan.

1. Mengonsumsi menu sahur yang mengandung serat dan karbohidrat kompleks

Ketika menjalankan ibadah puasa, kira-kira 14 jam kerongkongan dan perut kita akan kosong dari makanan dan minuman. Bukan hal yang tidak mungkin kita akan merasakan lemas selama itu.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, cobalah menu makanan yang kaya akan karbohidrat dan serat seperti biji-bijian dan sayuran. Ini akan membantu memberikan rasa kenyang dan menjaga kadar gula selama puasa.

Salah satu makanan yang mengandung dua nutrisi tadi adalah oatmeal atau yang kita kenal dengan havermut. Banyak sekali tersedia di supermarket dan tidak khusus untuk manula saja, tetapi juga untuk orang dewasa dan anak muda.

2. Mengonsumsi menu berprotein

Menu sahur yang kaya akan protein hukumnya wajib untuk kamu konsumsi. Mengapa wajib? Karena, nutrisi yang satu inilah yang menjadi pionir utama dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terutama di tengah wabah Covid-19. Protein akan membantu pembentukkan sel dan sumber energi sehingga pertahanan tubuhmu kuat.

Untuk mendapatkan protein, jadikan menu sahurmu terdiri dari daging-dagingan dan telur. Keduanya adalah sumber protein yang paling kuat dan sedap di lidah. Sebagai penutup sahur, kamu bisa mengonsumsi keju, susu, atau yoghurt.

3. Mengkonsumsi buah-buahan

Ingat untuk selalu menyediakan porsi untuk buah-buahan. Buah-buahan memiliki khasiat mencegah dehidrasi dan haus saat puasa. Selain itu, buah juga mengandung serat yang berfungsi mencegah sembelit.

Salah satu buah yang baik untuk dimakan saat sahur adalah kurma. Selain berserat, kurma juga mengandung fruktosa yang menjaga kadar gula dalam tubuh. Sangat bagus untuk kesehatan dan konsentrasi otak.

Kemudian, baik juga untuk mengonsumsi semangka. Kandungan air dalam semangka cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan saat puasa.

4. Minumlah air yang cukup

Kita menahan diri untuk tidak mengonsumsi air selama 12-14 jam selama berpuasa. Untuk itulah, kamu harus minum air yang cukup ketika sahur untuk menjaga regulasi dalam tubuh. Bila kadar air yang diminum kurang, ada kemungkinan suhu tubuh tidak akan stabil dan dehidrasi. Selain itu, kurangnya air dapat melemahkan konsentrasi beraktivitas.

5. Hindari minuman berkafein

Minuman berkafein seperti kopi dan teh dapat membuat kita buang air kecil terus-menerus karena memiliki sifat diuretik. Bila intensitas buang air kecil meningkat, lama-lama kita bisa kekurangan cairan selama berpuasa. Tentu hal ini membuat regulasi tubuh terganggu. Kembali pada tips di atas, hendaknya kita memperbanyak minum air putih saja.

6. Habis sahur jangan langsung tidur

Kebiasaan buruk yang masih dilakukan banyak dari kita yaitu tidur langsung setelah sahur. Padahal, ini tidak baik. Selain bisa ketinggalan shalat Subuh, tidur langsung setelah sahur dapat melemahkan imunitas tubuh yang seharusnya ditingkatkan selama masa pandemik virus corona ini. Bahkan, tidur langsung setelah sahur juga dapat menyebabkan kegemukan.

7. Hindari makan sahur di waktu yang terlalu dini

Terkadang, ada saja orang yang bangun terlalu pagi untuk makan sahur. Misalnya, jam dua atau jam tiga pagi. Padahal, menurut anjuran Nabi Muhammad, sahur itu harus diakhirkan, artinya, makan sahur lebih baik ketika waktu Subuh sudah dekat. Kurang lebih sekitar sepuluh sampai 20 menit sebelum Subuh. Hal ini dianjurkan agar kita memiliki lebih banyak energi saat puasa.