Mengapa Umat Muslim Harus Berzakat?

Jakarta, relawan.id – Kewajiban manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT adalah beribadah kepada-Nya. (QS. Al-Dzariyat: 56). Menurut kebanyakan ulama cara beribadah kepada Allah dikategorikan menjadi dua.

Pertama adalah ibadah mahdloh yang dalam kaidah yurispudensi Islam (ilmu ushulul al-fiqh) bahwa pada dasarnya ibadah (formal) adalah terlarang, kecuali ada petunjuk sebaliknya” (Al-ashlu fil al-ibadah al-tahrim illa ma dalla al-dalil ala khilafihi) dalam hal ini sangat berkaitan dengan semangat Ketuhanan (habl min Allah).

Dan kedua adalah ibadah ghoiru mahdloh yang pada dasarnya semua perkara (selain ibadah murni) di perbolehkan, kecuali ada petunjuk sebaliknya” (Al-ashl fil asy ‘ya’ (ghayr al-ibadah) al-ibahah illa idza ma dalla al-dalil ala khilafihi) maka ini ada kaitanya dengan semangat kemanusiaan (habl min al-nas).

Shalat, zakat, puasa dan haji adalah bagian dari ibadah mahdloh, karena ibadah tersebut merupakan ibadah formal, maka dalam banyak dalil ibadah mahdloh sudah ada prinsip ketentuannya. Meski demikian prinsip tersebut dapat menyesuikan dengan kebutuhan zamannya. Dalam permasalah ini akan dititikberatkan tentang salah satu bentuk ibadah dengan harta benda (maliyah) yakni zakat.

Secara etimologis menurut Ahmad Warson Munawir dalam Al-Munawwir Kamus Arab Indonesia, kata zakat berasal dari kata zakaa, yang berarti suci, baik, berkah, terpuji, bersih, tumbuh, berkembang. Sedangkan menurut Didin Hafidhuddin dalam buku Mutiara Dakwah Mengupas Konsep Islam Tentang Ilmu, Harta, Zakat & Ekonomi Syariah, zakat secara etimologi adalah penuh keberkahan dan beres.

Sedangkan secara terminologis, menurut Yusuf Qaradawi dalam buku Hukum Zakat. Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah diserahkan kepada orang-orang yang berhak. Menurut UU No. 38 Tahun 1998 tentang Pengelolaan Zakat, pengertian zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya.

Zakat merupakan aktivitas untuk mensucikan diri, bersedekah dan membersihkan harta yang dimiliki karena Allah semata. Dengan menunaikan zakat, seseorang telah mewujudkan rasa saling tolong menolong, rasa peduli, rasa menghormati juga menjalin hubungan baik dengan saudara-saudara sesamanya yang membutuhkan pertolongan juga bantuannya. Karena inilah, zakat adalah perkara wajib dalam Islam.

Abdullah bin Umar RA meriwayatkan, “Rasullullah SAW mewajibkan zakat fitri di bulan Ramadan dengan satu sha tamar (kurma) atau satu sha Sya’ir (gandum) kepada kaum muslimin, orang yang merdeka dan budak, laki-laki dan perempuan, anak-anak dan dewasa.” (HR. Jamaah).

Zakat yang wajib dibayarkan adalah barang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat setempat. Jika di zaman Rasulullah SAW makanan pokok mereka adalah kurma dan gandum, maka dua makanan ini yang wajib dijadikan zakat. Dan sekarang, mengingat makanan pokok orang Indonesia adalah beras, maka beras yang wajib dijadikan sebagai media pembayaran zakat. Besaran zakat berupa beras ini sendiri adalah 2,5 kg.

Pada dasarnya, zakat fitrah dilaksanakan seluruh umat muslim baik yang kaya maupun yang miskin, anak-anak hingga orang tua, laki-laki juga wanita, ini semata-mata agar di Hari Raya tercipta kebahagiaan bersama. Dengan adanya zakat, ini bisa mewujudkan ketentraman dan kecukupan makanan bagi umat muslim serta keluarganya di hari penuh kemenangan yakni Hari Raya Idul Fitri.

Ayo tunaikan Zakat sekarang bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) melalui: Rekening  

BNI Syariah # 8660 2910 1809 0057 a.n Aksi Cepat Tanggap

Informasi selengkapnya dapat kontak layanan di bawah ini :

Official WA MRI Pusat: 081214000456

FB: Masyarakat Relawan Indonesia

IG : @mripusat

Twitter : @mripusat