Panduan Bayar Zakat Fitrah Agar Tetap Aman di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, relawan.id – Hingga saat ini, jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat di Indonesia. Berbagai aktivitas pun terpaksa ditunda, sebagai langkah untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona tersebut.

Masyarakat yang beragama Islam mungkin khawatir dalam menunaikan kewajibannya untuk membayar zakat fitrah, di tengah pandemi Covid-19. Menjawab kekhawatiran tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia telah merilis Panduan Pengumpulan dan Penyaluran Zakat untuk tahun ini.

Simak panduannya yang tertuang dalam Surat Edaran terkait Panduan Ibadah Ramadhan dan Idulfitri 1 Syawal 1441 H di tengah Pandemi Wabah Covid-19.

Panduan pengumpulan zakat fitrah atau ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah) di tengah pandemi Covid-19

Untuk mengumpulkan zakat fitrah dan zakat lainnya di tengah pandemi Covid-19, berikut ini beberapa poin yang harus Anda perhatikan:

  • Masyarakat diimbau membayarkan zakatnya segera sebelum puasa Ramadan agar bisa tersalurkan kepada orang yang membutuhkan lebih cepat.
  • Pengumpulan zakat dilakukan melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan. Dengan demikian, Anda dapat menghindari kontak fisik dan tatap muka, serta tak perlu mendatangi gerai zakat.
  • Panitia mengumpul zakat diimbau untuk menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun serta alat pembersih sekali pakai (seperti tissue), di area tempat pengumpulan zakat.
  • Pengelola dan panitia zakat diminta untuk membersihkan area penerimaan zakat secara rutin, terutama handle pintu, saklar, komputer, keyboard, alat pencatatan, tempat penyimpanan, dan sarana lain.
  • Senantiasa saling mengingatkan untuk meminimalisir kontak fisik, termasuk berjabat tangan, demi menghindari risiko penularan.

Panduan penyaluran zakat fitrah atau ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah) di tengah pandemi Covid-19

Selain panduan pengumpulan, pihak pengelola dan pengumpul zakat juga perlu memerhatikan poin berikut saat menyalurkan zakat ke masyarakat penerima zakat:

  • Menghindari penyaluran zakat fitrah melalui tukar kupon agar orang-orang tidak perlu berkumpul dan menyebabkan kerumunan.
  • Melakukan distribusi zakat langsung kepada penerima zakat.
  • Pengelola dan pengumpul zakat diimbau untuk proaktif dalam mendata kelompok penerima zakat. Caranya adalah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat maupun Ketua RT dan RW setempat.
  • Petugas penyalur zakat dipastikan melengkapi diri dengan alat pelindung kesehatan seperti masker, sarung tangan, dan alat pembersih sekali pakai (tissue).
  • Menjaga situasi tetap kondusif serta memerhatikan instruksi pemerintah pusat dan daerah terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.

Pentingnya menghindari kontak langsung saat membayar zakat di tengah pandemi Covid-19

Adanya pandemi corona yang bisa menular lewat droplets tentu menghambat banyak aktivitas masyarakat. physical distancing, termasuk mengurangi kontak langsung saat pengumpulan zakat dan distribusinya, sangat vital untuk dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

Ada beberapa alasan agar Anda selalu menjaga jarak dan menghindari kontak fisik dengan orang lain, misalnya:

1 . Virus dapat berpindah melalui kontak dekat

Penting untuk selalu diingat bahwa kontak fisik dapat menularkan infeksi SARS-CoV-2, dari penderitanya ke orang lain. Bahkan, menurut penelitian terbaru dari CDC, virus corona tersebut bisa menyebar sejauh 13 kaki atau sekitar 4 meter.

Bagaimanapun, berdiam diri di rumah dan menjaga diri sejauh mungkin menjadi cara terbaik agar diri terhindar dari virus tersebut.

2. Adanya orang tanpa gejala yang bisa menularkan virus Covid-19

Alasan lain Anda harus berdiam diri di rumah adalah adanya silent spreader atau orang tanpa gejala. Artinya, beberapa individu akan terlihat sehat namun ia ternyata membawa virus corona. Karena membawa virus di tubuhnya, ia akan bisa menularkan ke orang lain.

Hal di atas mengindikasikan bahwa Anda tak bisa sembarang berkontak dengan orang lain, untuk saat ini. Sebab, kita tak bisa mengetahui lawan bicara kita membawa virus tersebut atau tidak.

Memanfaatkan layanan jemput zakat dan sistem perbankan dalam membayar zakat

Sesuai imbauan pemerintah, Anda bisa menunaikan pembayaran zakat fitrah melalui opsi perbankan ke lembaga pengumpul zakat yang terpercaya. Anda juga bisa menggunakan layanan jemput zakat untuk meminimalisir kontak.

Dengan menerapkan physical distancing ini pula, Anda berkontribusi dalam usaha pencegahan virus Covid-19 dan membantu kelompok lain yang terpaksa bekerja di luar di tengah pandemi ini.

Ayo tunaikan Zakat sekarang bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) melalui: Rekening  

BNI Syariah # 8660 2910 1809 0057 a.n Aksi Cepat Tanggap atau bisa mengunjungi RelawanIndonesiaDermawan

Informasi selengkapnya dapat kontak layanan di bawah ini :

Official WA MRI Pusat: 081214000456

FB: Masyarakat Relawan Indonesia

IG : @mripusat

Twitter : @mripusat