Zakat Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Ibrahim, Luth, Ismail dan Isa

Jakarta, relawan.id – Sebagai rukun Islam keempat, zakat wajib ditunaikan. Namun, tahukah Anda kapan syariat zakat mulai diperintahkan?

Dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qurthubi, Tafsir Ath-Thabari, dijelaskan bahwa perintah zakat terdapat dalam Surah Maryam ayat 54-55:

Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Al-Quran). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang Rasul dan Nabi. Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.”

Ayat tersebut menerangkan, Nabi Ismail merupakan hamba yang ketika berjanji kepada Allah ia tidak pernah mengingkarinya, selalu menunaikannya. Hal itu senada dengan yang dikatakan oleh Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia Ustadz Fauzan Amin.

“Ayat di atas menjelaskan bahwa Nabi Ismail dikisahkan memiliki empat perangai yang baik, yaitu ia merupakan orang yang selalu menepati janji, seorang Nabi dan Rasul, selalu menyuruh kaumnya untuk menunaikan sholat dan membayar zakat serta orang yang selalu ridha terhadap Allah SWT,” katanya, Selasa (19/5/2020).

Lebih lanjut, kata Ustadz Fauzan, terdapat juga zakat dari nabi-nabi lainnya. Antara lain sebagai berikut yang tercatat di dalam Al-Quran:

Zakat kepada Nabi Isa AS. Lihat Surat Maryam ayat 30 dan 31 Allah SWT berfirman:

Artinya: “Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia Memberiku Kitab (Injil) dan Dia Menjadikan aku seorang Nabi. Dan dia menjadikan Aku seorang yang diberkati di mana saja Aku berada, dan dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) sholat dan (menunaikan) zakat selama Aku hidup.”

Zakat kepada Nabi Ibrahim AS, Nabi Luth AS, Ishaq AS, Ya’qub AS. Lihat surat Al-Anbiya’ ayat 69 sampai dengan ayat 73:

Artinya: “Kami (Allah) Berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim,” dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami Menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi. Dan Kami Selamatkan dia (Ibrahim) dan Luth ke sebuah negeri yang telah Kami Berkahi untuk seluruh alam. Dan Kami Menganugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya‘qub sebagai suatu anugerah. Dan masing-masing Kami Jadikan orang yang saleh. Kami Telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami dan Telah kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan solat, menunaikan zakat, dan Hanya kepada kamilah mereka selalu menyembah.”

Kemudian, masih dalam Tarfsir Ibnu Katsir, terdapat tiga fase sejarah zakat yaitu di antaranya:

1. Perintah zakat sudah ada semenjak masa Rasulullah SAW masih di Makkah. Namun belum ada ketentuan spesifik terkait dengan waktu dan kadarnya zakat itu dikeluarkan. Penjelasan tersebut dapat dilihat dalam tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Muzzammil ayat 20.

2. Zakat fitrah atau Shadaqathul fitrah (zakat memberi makan) diperintahkan pada tahun kedua Hijriah setelah datangnya perintah puasa kepada umat Islam. Hal ini berdasarkan dalam salah satu riwayat hadist: “Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami untuk mengeluarkan shadaqatul fithr (zakat fitrah) sebelum perintah zakat (zakat harta). “ (HR Nasa’i)

3. Kemudian perintah menunaikan zakat harta sebagai penambah zakat fitrah, dimana telah diperintahkan sebelumnya. Sebagian ulama berpendapat, bahwa perintah ini juga terdapat pada tahun kedua. Ibnu Katsir menjelaskan, hal ini pada tafsir surah Al-An’am ayat 141:

وَءَاتُوا۟ حَقَّهُۥ يَوْمَ حَصَادِهِۦ ۖ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Wa ātụ ḥaqqahụ yauma ḥaṣādihī wa lā tusrifụ, innahụ lā yuḥibbul-musrifīn

Artinya:”(Dan berikanlah haknya pada hari ketika panennya). Kata , haknya (haqqahu), sebagian besar ulama tafsir adalah zakat wajib” (QS. Al-An’am ayat 141).

Oleh karena itu, perintah zakat sudah ada dari semenjak zaman Rasulullah SAW ketika masih di Mekkah. Hanya saja, belum ada ketentuan spesifik terkait dengan takaran dan nilai yang harus dikeluarkan, dan yang dimaksud adalah zakat harta.

Selanjutnya, ketika Rasulullah SAW hijrah, pada tahun ke-2 dan setelah Ramadhan Allah SWT perintahkan zakat fitrah. Kemudian setelah itu Allah SWT perintahkan mengeluarkan zakat harta dengan ketentuan lebih spesifik, yakni seperti yang kita kenal saat ini yaitu zakat fitrah dan zakat harta.

Ayo tunaikan Zakat sekarang bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) melalui: Rekening  

BNI Syariah # 8660 2910 1809 0057 a.n Aksi Cepat Tanggap atau bisa mengunjungi RelawanIndonesiaDermawan

Informasi selengkapnya dapat kontak layanan di bawah ini :

Official WA MRI Pusat: 081214000456

FB: Masyarakat Relawan Indonesia

IG : @mripusat

Twitter : @mripusat