Jadi Relawan Kemanusiaan, Why Not?

Jakarta, relawan.id – Merebaknya virus corona atau Covid-19 yang masih terus menyebar diberbagai negara termasuk Indonesia, berbagai cara pun dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini, salah satunya dengan cara diterapkannya PSBB. Hal itu dilakukan mengingat vaksin yang hingga kini belum ditemukan.

Meski penyebaran virus terus berlangsung, tapi relawan masih terus berjuang mengantisipasi penyebarannya dengan berbagai cara, seperti melakukan penyemprotan disinfektan, distribusi makanan gratis dan lain-lain. Selain perawat dan dokter, para relawan pun masih terus membantu masyarakat yang membutuhkan.

Banyaknya korban akibat Covid-19, sehingga diperlukan penanganan serius, kordinatif dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Melalui layar televisi, internet, koran dan beragam media lainnya kita dapat melihat bahwa dokter, perawat serta relawan, dan banyak warga masyarakat umum terlibat langsung dalam upaya penanganan Covid-19.

Pengalaman di lapangan membuktikan bahwa menjadi relawan kemanusiaan adalah sebuah lahan subur untuk mengembang biakkan kepribadian, mengasah kepekaan sosial dan nurani serta kemampuan bertahan hidup dalam segala situasi. Banyak pengetahuan dan ketrampilan yang dapat kita peroleh dalam menjalankan peran selaku relawan kemanusiaan selama proses penanganan bencana yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ketika bencana datang atau pada keadaan normal. Semua itu sangat mungkin hanya kita dapatkan di lapangan kemanusiaan. Tidak ada di lembaga pendidikan formal atau non-formal. Begitu banyak manfaat dan keuntungan pribadi maupun sosial.

Menjadi relawan kemanusiaan tidak hanya diperlukan ketika bencana terjadi. Pada situasi normal kita dapat belajar dan melakukan upaya penngurangan risiko bencana serta  promosi pola hidup sehat dan nilai-nilai kemanusiaan universal dan lain-lain. Kenapa tidak jadi relawan kemanusiaan saja?

Kalian bisa bergabung dengan kami melalui Membership Relawan MRI, dan kalian bakal mendapatkan pengalaman menarik dengan bergabung menjadi relawan kemanusiaan. Relawan kemanusiaan why not?