MRI-ACT Bengkulu Berikan Bantuan untuk Pelaku UMKM

Bengkulu, relawan.id – Penyebaran virus corona atau Covid-19 memberikan dampak bagi pelaku UMKM di Indonesi, seperti yang dialami Zeni (45), pedagan es dawet yang berjualan sejak 2014. Tapi akibat pandemi ini, Zeni terpaksa tidak berjualan lagi, karena tempat yang biasanya dijadikan untuk jualan di tutup, akibat pandemi Covid-19.

Zeni bisa berjualan di depan objek wisata yang berada di Kota Bengkulu. Akibatnya Zeni harus menjual dagangannya dengan cara berkeliling Kota Bengkulu, tapi sayangnya walaupun Zeni sudah berkeliling penghasilannya tidak bisa menutupi modalnya, yang biasanya bisa 80 sampai 100 ribu, tapi kini hanya mendapatkan 30 ribu, itu pun belum dipotong bahan yang digunakan untuk berjualan.

“Setiap hari pendapatannya terus menurun, jika hal ini terus terjadi, usaha beliau akan tutup karena kehabisan modal untuk membuat es dawetnya lagi. Di rumah beliau tinggal bersama suami dan anaknya yang masih bersekolah di salah satu SD di dekat rumahnya, belum lagi ada anak beliau yang akan masuk SMP. Sehingga beliau membutuhkan dana yang besar untuk anaknya,” ujar salah satu relawan MRI, Debi, Senin (1/6/2020).

Oleh karena itu, Zeni takut untuk memenuhi dan mendaftarkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, hal itu dikarenakan kekurangan dana. Suami Zeni juga berjualan es dawet, hanya bedanya tempat jualannya saja. Merespon hal itu, MRI-ACT Bengkulu memberikan bantuan kepada pelaku UMKM untuk keperluan modal usahanya.

“Alhamdulillah hari ini telah disalurkan bantuan sedekah modal usaha untuk Ibu Zeni di Kabupaten Bengkulu Tengah. Mereka merupakan tulang punggung keluarga yang berjuang di tengah pandemi Covid 19,” tuturnya.

Zeni pun mengaku berterima kasih atas bantuan yang sudah diberikan kepadanya, sehingga bisa membantu usahanya. “Alhamdulillah dengan adanya bantuan Sahabat UMI, membantu ibu-ibu berjuang membantu menghidupi keluarganya. Semoga program ini tetap berjalan untuk membantu ibu-ibu yang ada di luar sana,” ujar Zeni.