Seberapa Efektif Penggunaan Masker dan Pelindung Mata Cegah Covid-19?

Jakarta, relawan.id – Pandemi virus corona atau Covid-19 yang menyerang seluruh dunia membuat masyarakat menerapkan upaya untuk mencegah penularan. Beberapa di antaranya melakukan social distancing (jaga jarak), masker wajah dan pelindung mata.

Meski demikian banyak orang yang belum mengetahui seberapa efektif cara ini dalam mencegah penularan Covid-19? Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada awal Juni 2020 melalui tinjauan bukti dari 172 penelitian di 16 negara.

Pada penilitian tersebut menjag jarak, masker wajah dan pelindung mata dapat mengatasi penyebaran penyakit seperti Covid-19, SARS dan MERS. Meskipun demikian, cara tersebut tidak mampu memberikan perlindungan 100 persen terhadap penyebaran virus.

Merangkum dari Asia One, berikut tingkat efektifitas social distancing, masker wajah dan pelindung mata terhadap Covid-19.

1. Physical distancing (jaga jarak)

Data menunjukkan bahwa menjaga jarak setidaknya satu meter, seperti yang disarankan World Health Organization (WHO) mengurangi kemungkinan terinfeksi Covid-19 hingga 80 persen. Berdiri dengan jarak satu meter memiliki risiko infeksi yang lebih rendah sebanyak tiga persen.

Risiko itu berkurang separuhnya jika jaraknya ditingkatkan menjadi dua meter. Profesor Holger Schunemann yang ikut memimpin penelitian, mengatakan bahwa menjaga jarak sejauh dua meter mungkin lebih efektif.

2. Masker Wajah

Bukti dari 10 studi menemukan bahwa memakai masker bisa mengurangi penularan virus menjadi tiga persen, sementara orang yang tidak mengenakan masker wajah memiliki risiko tertular virus sebanyak 17 persen.

Masker N95 dan masker tipe respirator lainnya menawarkan perlindungan yang terbaik terhadap penularan virus dibandingkan dengan masker bedah atau kain. Masker ini harus digunakan oleh para pekerja di sektor kesehatan.

Untuk masyarakat umum, mengenakan masker bedah dan kain sudah cukup untuk melindungi terhadap virus. Meski demikian langkah-langkah keselamatan lainnya seperti jarak sosial dan mencuci tangan juga wajib dilakukan.

3. Pelindung mata

Berdasarkan 13 studi yang berfokus pada pelindung mata hasilnya menemukan bahwa pelindung wajah, kacamata dan kacamata memiliki risiko infeksi yang lebih rendah dibandingkan tanpa pelindung mata.

Risiko infeksi dengan pelindung mata adalah enam persen, sementara orang yang tidak menggunakannya memiliki risiko sebesar 16 persen. Meski demikian, penulis menyatakan kepastian bukti untuk perlindungan mata masih rendah.

Hasil penelitian masih belum menemukan seberapa efektif langkah-langkah ini untuk dilakukan meskipun telah diadopsi oleh sebagian besar pemerintah di seluruh dunia.