MRI-ACT Sumut Distribusikan Program Sahabat UMI

Sumut, relawan.id – Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut terpuruk akibat pandemi dengan menurunnya pendapatan harian untuk memutar modal. Seiring dengan kondisi ekonomi pelaku usaha yang semakin berat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Sahabat UMI (Usaha Mikro Indonesia), Selasa (2/6/2020).

Program ini memberikan sedekah modal usaha untuk menumbuhkembangkan usaha ultra mikro, khususnya usaha para ibu yang terkena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

Kemarin tim ACT-MRI Sumut mengunjungi rumah seorang penjual tape keliling di Jalan Garu 2 Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, bernama Jumiati. Dia tinggal bersama seorang suami yang sehari-harinya bekerja sebagai penarik becak dayung dan bersama 3 anaknya.

Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ia harus berjualan tape keliling sejak tahun 2009 hingga saat ini. Selama 9 tahun berjualan menggunakan sepeda, sedikit demi sedikit hasil jualan disisihkan untuk kredit sepeda motor bekas. Tahun 2018 akhirnya dapat kredit sepeda motor bekas untuk kebutuhan mengantar anak sekolah dan berjualan keliling.

Tak hanya berjualan tape keliling, Jumiati juga meletakkan dagangannya di warung-warung penjual sayur yang ia kenal. Tapi, selama masa pandemi, ia dan suami masih bisa memenuhi kebutuhan keluarga walaupun pas-pasan dengan hasil penjualan yang sangat menurun drastis.

“Saat ini banyak kedai atau warung-warung yang tutup, sehingga mereka tidak mau menjual dagangannya karena tidak ada orang yang membelinya. Sementara suaminya juga tidak ada penghasilan,” ungkap Humas MRI-ACT Sumut, Romy Falsa, Jumat (5/6/2020).

Sementara itu, Jumiati mengaku, penghasilan suaminya pun kadang tidak ada sama sekali, ” sebetulnya sedih sih dengan kondisi ini tapi gimana lagi pak begitu lah hidup tetap harus di jalankan. Ungkap Jumiati.

Dia pun mengeluhkan dengan keadaan yang sekarang, dia harus tetap bayar uang sekolah padahal belajar dilakukan di rumah, ” kadang-kadang saya bingung gimana bayarnya, sekarang saya jualan di sekitar Pajak Simpang Limun dan sekitarnya, semoga masyarakat ada yang mau beli dagangan saya,” tukasnya.