ACT-MRI Lampung Distribusikan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung

Lampung, relawan.id – Pascabencana angin puting beliung di Dusun IV Margasuka 2, Desa Braja Indah Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Lampung menyalurkan bantuan bahan pokok berupa roti dan masker untuk warga terdampak.

Bantuan diterima secara simbolis oleh Sekretaris Desa Sutono, Jumat (5/6/2020), setelah itu bantuan tersebut langsung di bawa ke rumah warga yang terdampak puting beliung.

“Relawan MRI telah berangkat ke lokasi untuk memastikan dampak yang ditimbulkan Puting Beliung sembari menyalurkan bantuan bahan pokok, roti, dan masker. Bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari Beeme by Mama Shey, MT Babussalam Al-Ikhlas, Komunitas Tapis Blogger dan Ikatan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Indonesia (IMABKIN),” kata Kepala Cabang ACT Lampung, Dian Eka Darma Wahyuni, Jumat (5/6/2020).

Meskipun 9 rumah rusak, Dian bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian puting beliung di Braja Indah. Namun saat ini kondisi warga masih mengalami trauma. Terutama sebagian anak-anak melihat langsung atap rumah porak poranda.

Trauma itu dialami Saripah, salah satu warga. Nenek berusia 75 tahun ini masih berkaca-kaca ketika menceritakan detik-detik kejadian puting beliung yang menerjang rumahnya. Meskipun saat ini warga sudah memperbaiki atap rumah, Saripah masih trauma.

Saripah sedang berada di sawah saat terjadi angin tersebut datang. Sementara cucunya tinggal di rumah. Awalnya terlihat mendung pekat kemudian hujan lebat. Ia mendapati genteng rumah tetangganya berserakan kemudian bergegas mencari cucunya beruntung, cucunya sudah mengungsi ke rumah tetangganya yang tidak terdampak.

“Terima kasih bantuan bahan pokoknya, alhamdulillah cucu di sini tidak kenapa-kenapa, langsung mengungsi tempat tetangga yang enggak terkena puting beliung. Sekarang ini nenek ingin ketemu cucu satunya di Kalimantan,” ucap Saripah.

Sementara, salah seorang warga terdampak, Sutarno, mengatakan kejadian awan gelap dimulai sekitar pukul 08.00 WIB pada Kamis (4/6) kemarin. Seperti Saripah, saat itu Sutarno dan istrinya juga sedang menanam di sawah sehingga tidak melihat langsung gulungan angin merusak atap rumahnya. Saat kejadian hanya ada anak dan orang tuanya. Reruntuhan genteng tidak mengenai keduanya. Setelah kejadian warga bergotong royong membenahi atap genteng.

Dari hasil dari asesmen tim MRI-ACT Lampung, warga saat ini membutuhkan perlengkapan rumah tangga. Sebab banyak milik mereka rusak akibat tertimbun reruntuhan atap seperti pakaian baru, karpet, kelambu, kasur, dan lainya. Selain itu Dian juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan kurbannya melalui Global Qurban – ACT, karena rencananya daging kurban juga akan didistribusikan ke wilayah ini.

“Relawan sudah melakukan asesmen langsung bersama perangkat desa setempat. Untuk saat ini bantuan yang dibutuhkan peralatan rumah tangga. Menjelang Iduladha yang kurang lebih dua bulan lagi diharapkan masyarakat juga dapat menyalurkan hewan kurban melalui Global Qurban-ACT Lampung untuk disalurkan ke masyarakat terdampak angin puting beliung,” tutupnya.