Jarang Diketahui, Ini Kesalahan Menggunakan Masker

Jakarta, relawan.id – Saat ini penggunaan masker seakan sudah menjadi kebutuhan yang wajib, hal itu untuk proteksi diri saat sedang berada di transportasi umum atau untuk kamu yang sedang sakit, terlebih saat masa pandemi ini.

Dengan mengenakan masker, mungkin kamu merasa lebih “aman” terutama saat kamu berada di tempat berpolusi. Tapi, apakah kamu yakin telah menggunakan maskermu dengan cara yang tepat sehingga membuatmu aman dari polusi udara? Berikut ini beberapa kesalahan penggunaan masker yang umum terjadi:

1 . Memakai masker sekali pakai berulang kali

Mungkin beberapa di antara kamu masih menggunakan masker sekali pakai berulang-ulang, bahkan hingga beberapa hari. Dilansir dari beberapa sumber, masker sekali pakai hanya bisa melindungimu dari polutan maksimal 8 jam saja. Lebih dari itu, partikel-partikel debu akan terakumulasi di maskermu dan justru bisa menjadi sarang kuman.

2. Menggunakan masker re-usable sampai kotor

Ketika kamu memilih mengenakan masker yang bersifat re-usable, memang kamu bisa menggunakannya berkali-kali. Tapi, sebaiknya kamu tiidak menggunakannya hingga masker itu kotor. Disarankan untuk rutin mencucinya selepas kamu menggunakannya. Kalau masker tersebut sudah terlalu kotor dan gak bisa bersih saat dicuci, itu tandanya kamu harus menggantinya dengan yang baru.

3. Masker sekali pakai digunakan sekali

Masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan rumor penggunaan masker yang dibolak-balik. Berdasarkan rumor itu, saat sedang sakit, bagian hijau masker harus dipakai di sisi luar dan bagian putih masker di sisi dalam dengan tujuan untuk mencegah penularan virus ke orang lain. Sementara itu ketika sedang sehat, rumor tersebut mengatakan bahwa bagian hijau masker sebaiknya dibalik ke sisi dalam dan bagian putih masker di sisi luar dengan tujuan untuk melindungi kita dari mikoorganisme di udara.

Dilansir dari berbagai sumber, dalam keadaan sakit ataupun sehat, bagian putih masker harus selalu kamu pakai di sisi dalam dan bagian hijau harus dipakai di sisi luar. Posisi ini penting untuk memproteksi kamu dari berbagai virus di udara. Membalik masker justru akan membuat debu mudah masuk ke dalam maskermu. Selain itu, memakai masker secara terbalik dengan bagian hijau di sisi dalam juga bisa membuat wajahmu bersentuhan dengan lapisan kasar sehingga memungkinkan terjadinya iritasi.

4. Perhatikan lipatan masker

Ketika kamu mengenakan masker sekali pakai, kamu harus memastikan bagian yang berwarna biru berada di sisi luar dengan lipatan mengarah ke bawah dan bagian yang keras (kawat) berada di sisi atas. Lipatan masker ke arah bawah bertujuan untuk mengurangi akumulasi debu di area permukaan masker. Sementara itu, bagian yang memiliki kawat harus ada di atas supaya masker bisa menutupi hidung lebih rapat dan mengurangi efek kebocoran.

5. Masker dipakai dengan posisi tidak menutupi hidung, mulut, dan dagu secara sempurna

Di tempat-tempat umum, mungkin kamu pernah menjumpai beberapa orang yang mengenakan masker secara gak sempurna karena hanya menutupi bagian hidung atau mulutnya saja. Saat kamu menggunakan masker, baik masker sekali pakai ataupun re-usable, pastikan kamu memasang tali pengait dengan cukup kencang dan menutupi semua bagian yang harus ditutup, yaitu hidung, mulut, hingga dagu. Ini penting untuk mendapatkan manfaat perlindungan masker secara maksimal.

6. Membuka masker ketika masih berada di lingkungan berpolusi

Untuk memproteksi diri dari polusi udara, kamu harus tetap mengenakan masker yang telah kamu kenakan selama kamu masih berada di lingkungan berpolusi. Kamu baru boleh membukanya setelah kamu berada di lingkungan dengan polusi rendah. Tapi, tetap perhatikan batas waktu pemakaian maskermu ya. Kamu tetap harus mengganti masker sekali pakaimu setiap 8 jam sekali.

7. Menyentuh permukaan masker saat kamu sedang mengenakannya dan saat akan melepaskannya

Setelah kamu berhasil menggunakan maskermu dengan benar, jangan sentuh permukaan masker dengan tangan, apalagi dengan tangan kotor. Hal ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi kuman dan debu dari tanganmu ke permukaan masker.

Sebaliknya saat kamu akan melepas masker, sebaiknya hindari menyentuh bagian depan masker karena bagian ini dipenuhi kuman yang menempel dari luar. Untuk melepaskan maskermu, kamu cukup menyentuh bagian tali atau karet pengaitnya saja.