Jarang Diketahui, Ternyata Stres Bisa Mempengaruhi Kesehatan Usus

Jakarta, relawan.id – Kesehatan mental seseorang banyak mengalami masalah selama masa pandemi Covid-19 seperti ini. Kondisi mental yang tengah tak sehat ini diketahui ternyata juga bisa mempengaruhi kesehatan usus.

Dilansir dari Medical Daily, diketahui bahwa usus dan otak saling berhubungan dan berkomunikasi satu sama lain. Ketika usus mengalami masalah, dia akan mengirim sinyal ke otak.

Sebagai contoh, peradangan gastrointertinal berhubungan dengan masalah mental seperti depresi dan kecemasan. Otak bisa mengirim sinyal ke usus serta sebaliknya, stres dan kecemasan juga bisa menyebabkan masalah pada usus.

Berdasar Cleveland Clinic, stres merupakan reaksi tubuh terhadap sejumlah perubahan mental, fisik, serta emosional yang membutuhkan respons atau perubahan. Walau stres merupakan bagian normal kehidupan, terlalu banyak masalah bisa menyebabkannya menjadi sangat mengganggu.

Hubungan antara otak dan usus ini memiliki koneksi dan hubungan yang khusus. Kedua hal ini secara khusus saling terhubung satu sama lain dengan cara tertentu.

“Terdapat hubungan kompleks antara tingkat stres hormon, fungsi perut, serta sensasi rasa sakit. Seluruh hal tersebut sering tidak mau dibicarakan seseorang, namun di UGD hal tersebut sering diminta seseorang untuk diatasi,” terang David Poppers, MD, PhD, gastroenterologis dari NYU Langone Health.

Bakteri sehat, jamur, serta virus atau mikrobioma di usus memainkan peran dalam interaksi stres dan usus. Mereka tak hanya membantu dalam mencerna makanan dan memberi kekebalan tubuh namun juga memproduksi serotonin yang mempengaruhi mood.