MRI Aceh Utara Terus Dampingi Pengungsi Rohingya

Aceh Utara, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) terus melakukan pendampingan kepada pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Aceh. Bagi relawan MRI Lhokseumawe dan Aceh Utara, mendampingi pengungsi Rohingya bukan kali pertama. Tahun 2015 lalu, mereka juga membersamai ratusan pengungsi yang terdampar di Bireuen.

Relawan memang menjadi garda terdepan dalam penanganan krisis kemanusiaan. Mereka adalah orang pertama yang berinteraksi dengan para korban. Sebab itu, para relawan juga harus memiliki kemampuan interaksi sosial yang bagus.

Dalam aksi kali ini, Ketua MRI Aceh Utara, Muhadaruddin mengatakan setiap harinya relawan terus mendampingi para pengungsi, relawan yang ditugaskan kurang lebih 10 orang perharinya.

“Kalau total ada ratusan, tetapi setiap hari ada dua yang jaga piket di pos depan, ada yang tugas masing-masing untuk membagikan makan pagi, makan siang, psikososial, atau sekolah darurat,” ujar Muhadaruddin.

Muhadaruddin menceritakan, rasa syukur menjadi salah satu nilai yang dipegang relawan MRI saat bertugas menangani pengungsi Rohingya di Lhokseumawe. “Alhamdulillah” selalu diucapkan tiap kali anak-anak menerima sesuatu.

Kebiasaan sederhana mengucapkan “Alhamdulillah” diharapkan dapat menanamkan rasa syukur di hati para pengungsi anak, walaupun mereka saat ini dalam kondisi yang tidak terlalu baik.

“Terima kasih langsung ke Allah. Kita saling mengingatkan untuk bersyukur, satu sama lain antara relawan atau pun para pengungsi, itu yang ingin kita tanamkan ke anak-anak,” kata Muhadaruddin.

Sejak pengungsi Rohingya terdampar ke Lhokseumawe Rabu (24/6) lalu, ACT dan MRI langsung bergegas mendukung kerja pemerintah daerah. ACT membuka dapur umum untuk memenuhi makan para pengungsi, beberapa hari ke depan Humanity Food Truck, Humanity Water Truck, dan Ambulans Pre-hospital akan tiba di Kota Lhokseumawe untuk menyuplai kebutuhan dasar para pengungsi.