Ingin Sehat? Mulailah Perhatikan Mikronutrien Tubuh

Jakarta, relawan.id – Sebagai mikronutrien, vitamin dan mineral berperan penting dalam menjaga kesehatan. Meski kebutuhannya tidak sebanyak makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak), kekurangan mikronutrien bisa mengganggu berbagai proses metabolisme. Bila terus-terusan terjadi, tentu berdampak pada kesehatan tubuh, salah satunya pada sistem imunitas.

Vitamin C populer dikonsumsi untuk memperkuat kerja sistem imun. Namun, itu saja tidak cukup untuk mendukung seluruh kegiatan metabolisme enzimatis dalam tubuh. Kamu butuh mikronutrien lain untuk mengoptimalkannya. Apa saja mikronutrien tersebut? Simak ulasannya!

1. Vitamin A 

itamin A merupakan salah satu jenis vitamin larut dalam lemak yang berperan penting dalam pembentukan sistem penglihatan yang baik.

Menurut tinjauan Ida Leida M. Thaha, dalam “Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia”, vitamin A juga dapat melindungi tubuh dari infeksi organisme asing, seperti bakteri patogen.

Vitamin A akan meningkatkan aktivitas kerja dari sel darah putih dan antibodi di dalam tubuh. Tubuh jadi lebih tahan terhadap senyawa toksin, maupun serangan mikroorganisme parasit seperti bakteri patogen dan virus.

Kuning telur, hati, ikan, margarin, susu, sayuran hijau, wortel, tomat, serta buah-buahan berwarna oranye tua seperti jeruk, pepaya, dan mangga merupakan beberapa sumber vitamin A yang baik.

2. Vitamin B6

Cara vitamin B6 dalam mendukung fungsi sistem imun adalah perannya dalam respons imun seluler dan humoral.

Komponen sistem imun, yaitu antibodi dan sitokin, berasal dari asam amino dan membutuhkan vitamin B6 sebagai koenzim dalam metabolismenya.

Penelitian terhadap manusia menggambarkan bahwa kekurangan vitamin B6 dapat merusak pematangan dan pertumbuhan limfosit, produksi antibodi, serta aktivitas sel T.

Vitamin B6 bisa didapat dari bahan makanan seperti daging, hati, kuning telur, kedelai, kacang hijau, pisang, dan jagung.

3 . Vitamin E

Vitamin E melindungi sel dari degenerasi yang terjadi pada proses penuaan. Studi yang dilakukan oleh Simin Meydani, PhD., di Boston, Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa vitamin E dapat membantu peningkatan respons imun pada kelompok lanjut usia.

Vitamin E adalah antioksidan yang melindungi sel dan jaringan dari kerusakan secara bertahap akibat oksidasi yang berlebihan.

Sumber pangan seperti minyak biji-bijian, kedelai, kacang-kacangan, biji-bijian, bayam, kangkung, brokoli, tomat, dan kuning telur mengandung vitamin E yang baik untuk dikonsumsi sehari-hari.

4 . Zinc

Mineral zinc memegang peranan penting dalam banyak fungsi tubuh, sebagai bagian dari enzim atau sebagai kofaktor pada kegiatan lebih dari 300 enzim.

Menurut tinjauan Siswanto, dkk., dalam “Jurnal Gizi Indonesia”, peran zinc di dalam fungsi imunitas antara lain di dalam fungsi sel T dan pembentukan antibodi oleh sel B, serta pertahanan non spesifik.

Zinc terkandung dalam makanan seperti daging merah, seafood, susu dan produk olahannya, tempe, ikan teri, dan berbagai jenis ikan kecil air tawar bertulang lunak.

5 . Zat Besi

Juga dilansir dari “Jurnal Gizi Indonesia”, Siswanto, dkk., juga menerangkan bahwa kekurangan mineral zat besi akan berdampak pada reaksi imunitas berupa aktivitas neutrofil yang menurun. Sebagai konsekuensinya, kemampuan tubuh untuk membunuh bakteri intraseluler jadi terganggu.

Sumber zat besi yang banyak di pasaran adalah daging merah, hati, kuning telur, tempe, kacang merah, kacang hijau, dan sayuran hijau.`