Bantu Korban Terdampak Banjir Sigi, MRI-ACT Berikan Bantuan

Sigi, relawan.id Meluapnya Sungai Wuno, di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, yang menghantam beberapa rumah dan puluhan hektar perkebunan warga, mengakibatkan rumah dan perkebunan mengalami kerusakan, Jumat (10/7/2020).

Tiga rumah hanyut, sedangkan beberapa tempat tinggal mengalami kerusakan ringan sampai berat. Belasan jiwa harus mengungsi ke rumah kerabat, sedangkan satu orang dibawa ke rumah sakit setelah terseret arus sungai.

Tim Tanggap Darurat ACT Sulawesi Tengah sejak hari kejadian sudah menerjunkan relawan untuk melakukan evakuasi sekaligus asesmen awal untuk menentukan bantuan yang akan disalurkan. Ahad (12/7) kemarin, ACT pun telah mengirimkan kebutuhan-kebutuhan pokok bagi warga terdampak.

Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Tengah, Wandi mengatakan, akibat banjir bandang, warga tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Peralatan dapur, pakaian, serta barang lainnya banyak yang tak terselamatkan. Kebutuhan mereka pun selama mengungsi terpenuhi lewat bantuan.

“ACT dan MRI menyalurkan selimut, pakaian, kasur, dan bantal serta pembasmi serangga kepada pengungsi. Bantuan-bantuan itu yang memang menjadi penting karena warga terdampak hanya membawa pakaian yang melekat di tubuh mereka saat bencana terjadi,” jelas Wandi.

Banti, salah satu warga, berterima kasih atas bantuan dari ACT. Ia mengatakan selain kebutuhan orang dewasa, bayi juga sangat mendesak untuk dibantu. Pasalnya, perlengkapan bayi hanyut terbawa banjir yang terjadi begitu cepat. 

“Barang dapur, perabot, kasur, kursi, dan barang lainnya hanyut. Adanya bantuan kasur dan peralatan lainnya sangat membantu, paling tidak kami bisa istirahat lebih nyaman,” ungkap Banti, Ahad (12/7).

Saat ini, para warga terdampak masih membutuhkan bantuan. Dari hasil asesmen tim Tanggap Darurat ACT Sulawesi Tengah, lahan pertanian warga seluas 5 hektare rusak akibat banjir. Hal ini membuat mereka terancam gagal panen dan berpengaruh pada pendapatan ekonomi mereka.