MRI Sulse Tembus Gelap Malam Salurkan Bantuan

Masamba, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan terus membersamai para korban terdampak banjir dengan menembus gelapnya malam, hal itu dilakukan semata-mata untuk membantu warga yang kini tengah mengungsi karena rumah mereka terkena dampak banjir.

Relawan MRI dengan telaten menyusuri setiap rumah atau pun permukiman di dataran tinggi. Dengan suara sedikit lantang, relawan MRI, Sandi Alam memastikan para korban sudah mendapatkan makan malam.

“Kami bawa makan dan air mineral, yang kami takutkan (khawatirkan) yang belum makan,” kata Sandi kepada warga di Desa Redda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara yang ia temui.

Makanan menjadi bantuan darurat yang langsung diantarkan para relawan. Mereka pun langsung mengantarkannya ke lokasi pengungsian warga yang tersebar di berbagai tempat. Selain bantuan pangan, Aksi Cepat Tanggap terus berikhtiar memenuhi kebutuhan pengungsi dengan dukungan para dermawan.

Tim Program ACT Sulsel, Andy Syurganda Haruna menerangkan, bantuan kemanusiaan dapat disalurkan melalui posko kemanusiaan ACT Sulsel atau posko kemanusiaan wilayah di Kecamatan Masamba dan Kota Palopo.

“Bantuan darurat yang masih dibutuhkan warga berupa makanan, vitamin dan obat-obatan,  serta peralatan kebersihan. Kebutuhan darurat itu masih diperlukan hingga keadaan memulih,” kata Syurganda.

Usai fase tanggap darurat pun, korban banjir yang kehilangan rumah masih belum mendapat kepastian tempat tinggal. Menurut Syurganda, dukungan para dermawan amat diperlukan untuk membantu para korban sampai ke tahap pemulihan.

Berdasarkan data yang diperoleh tim ACT, 16 orang meninggal dunia dan 23 orang dalam pencarian. Para korban diurus di Rumah Sakit Andi Jemma dan Rumah Sakit Hikmah. Banjir secara keseluruhan berdampak pada 15.944 jiwa.