Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak Banjir, MRI-ACT Distribusikan Sembako

Sulteng, relawan.id – Banjir merendam sejumlah titik di wilayah Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. Akibatnya, 17 rumah warga hanyut terbawa banjir.

“Dari hasil asesmen tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Tengah, enam rumah yang berada di hilir sungai tersebut hanyut. Sementara 12 rumah lainnya terancam tergerus jika terjadi banjir susulan,” kata relawan MRI, Wandi. 

Sebanyak 30 KK dengan jumlah total 77 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Menurutnya, warga sangat membutuhkan bantuan para dermawan. Pasalnya mereka tak sempat menyelamatkan harta bendanya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga di masa darurat, MRI bersama ACT mendistribusikan puluhan paket sembako kepada para penyintas. Paket-paket sembako ini sampai kepada warga pada Senin (13/7/2020) kemarin.

“Saat ini kami membawa puluhan paket sembako bagi para korban. Mudah-mudahan dengan bantuan dari para dermawan ini bisa meringankan beban mereka saat ini,” ujar Wandi.

Wandi menjelaskan, Tim Tanggap Darurat ACT Sulawesi Tengah sejak kejadian sudah menerjunkan relawan. Mereka langsung melakukan evakuasi, sekaligus asesmen awal untuk menentukan bantuan yang akan disalurkan. “Kami harap mereka (korban) bisa tabah menghadapi bencana ini,” harapnya. 

Salah satu warga, Idrus berterima kasih atas bantuan dari ACT. Ia mengatakan selain pakaian ia juga membutuhkan alat dapur, khususnya digunakan untuk memasak. “Apapun bantuan dari para dermawan, saya akan terima. Karena semuanya bermanfaat untuk kami,” ujarnya. 

Wandi mengajak para dermawan untuk terus membersamai mereka yang terdampak dari banjir di Parigi Moutong. Dengan bantuan para dermawan, kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi di tengah bencana ini.

“Melihat beragamnya kebutuhan para penyintas, kita berharap para dermawan dapat membersamai mereka. Mudah-mudahan dengan bantuan dari para dermawan dan berbagai pihak, mereka dapat melewati bencana ini,” pungkas Wandi.

Sekitar 12 desa dari 4 kecamatan yang terdampak, yakni 6 desa di Kecamatan Parigi, 2 desa di Kecamatan Parigi, 2 desa di Kecamatan Parigi Barat, dan 2 desa di Kecamatan Tinombo Selatan.

Selain itu, 7 jembatan dikabarkan ambruk karena banjir ini. Adapun 7 jembatan itu yakni Jembatan Baliara, Jembatan Lemosa Gangga, Jembatan Korotua, Jembatan Parigi Mpu, 2 Jembatan di jalur dua Oloya dan Jembatan Air Panas.