Banjir Terjang Lima Kecamatan di Sorong, MRI-ACT Terus Bersiaga

Sorong, relawan.id – Banjir melanda lima kecamatan di Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (16/7/2020) pukul 21.33 WIT. Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan, hujan deras sejak sore hari menjadi pemicu banjir di Kecamatan Sorong Utara, Sorong Timur, Malaimsimsa, Sorong Barat, dan Sorong.

Sejumlah video amatir menunjukkan fasilitas umum terendam, seperti jalan raya, rumah sakit, dan pertokoan. Salah satu rumah sakit yang terendam adalah Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Oetojo Sorong. Paramedis yang menangani pasien saat itu sempat panik karena air langsung menggenangi sejumlah ruangan lantai satu rumah sakit. 

BNPB menyebut, tinggi permukaan air mencapai 50-100 sentimeter. Selain banjir, sejumlah akses jalan pun tidak dapat dilalui karena longsor. Tiga orang dikabarkan menjadi korban jiwa dalam musibah ini. Tim gabungan masih mendata jumlah korban dan kerusakan akibat bencana ini. Evakusasi pun masih dilakukan.

Sementara itu, berdasarkan perkiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Ahad (19/7), cuaca di sejumlah kecamatan di Kota Sorong masih berpotensi hujan lokal dan hujan petir.

Sementara itu, BMKG menyebutkan wilayah lain yang memiliki potensi hujan sedang dan lebat dalam periode 17 – 23 Juli antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kep. Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi  Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi  Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) terus bersiaga di sejumlah wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Sejumlah respons tanggap darurat pun telah diberikan untuk warga di lokasi dengan dampak banjir yang cukup signifikan. Misalnya saja Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tanah Laut di Kalimantan Selatan serta Kabupaten Luwu Utara di Sulawesi Selatan.

“Tim Disaster Emergency Response – ACT dan MRI lokal terus bersiaga dan membantu evakuasi korban terdampak banjir bandang. Warga umumnya membutuhkan bantuan pangan dan logistik. Inilah yang insyaallah akan terus kami sediakan, dengan keterlibatan para relawan dan dermawan,” jelas Koordinator Tim Disaster Emergency Response – ACT Kusmayadi.