MRI-ACT Masih Melakukan Pencarian Korban Terdampak Banjir Masamba

Masamba, relawan.id – Tim Disaster Emergency Response Aksi Cepat Tanggap dan Masyarkat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan bersama tim gabungan masih melakukan pencarian korban, Jumat (17/7). Pencarian dilakukan di Desa Meli, Kecamatan Baebunta. Pencarian juga dilakukan di Desa Radda, Dusun Bone, dan Dusun Petambua, Kecamatan Masamba.

Selain evakuasi, distribusi bantuan makanan dan serah terima bantuan dilakukan relawan MRI Sulsel, Selasa (14/7) malam. Bantuan pangan langsung diantarkan ke lokasi pengungsian warga yang tersebar di berbagai tempat, antara lain rumah warga di perbukitan yang dijadikan tempat mengungsi sementara.

Tim Program ACT Sulsel, Andi Syurganda Haruna  melaporkan, aksi yang akan dilakukan ACT dan MRI masih meliputi evakuasi, distribusi logistik, dan pembukaan dapur umum. “Kami berharap ikhtiar ini terus mendapatkan dukungan sahabat dermawan. Kamis sore pun di posko kemanusiaan ACT di Palopo, kami menerima bantuan susu untuk anak-anak,” kata Syurganda.

Berdasarkan data yang dihimpun ACT Sulsel per Kamis hingga pukul 17.30 WITA, sejumlah 14.483 jiwa terdampak banjir di Kecamatan Sabbang, Kecamatan Masamba, dan Kecamatan Baebunta. Jumlah tersebut diikuti 9 unit sekolah rusak, 13 rumah ibadah, 8 unit kantor pemerintahan, 3 fasilitas kesehatan, dan lebih dari 4.000 rumah warga. Sejumlah permukiman warga pun belum kembali mendapat aliran listrik dan air.

Bupati Luwu Utara menetapkan status tanggap darurat selama 30 hari, terhitung dari 14 Juli hingga 12 Agustus 2020. Empat hari pascaterjangan banjir, warga masih membutuhkan bantuan darurat.

Makanan, pakaian, obat-obatan dan vitamin, selimut dan alas tidur sangat dibutuhkan para korban saat ini. Secepatnya kami akan membuat dapur umum. Ke depan, kami berharap masyarakat mendampingi kami dalam melakukan program pemulihan,” harap Syurganda.