MRI Distribusikan Bantuan untuk Desa Terisolir Akibat Banjir Bandang Masamba

Luwu Utara, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan, hingga kini terus membantu korban terdampak banjir bandang yang terjadi di Luwu Utara, lokasi korban terbanyak berada di Masamba Kota, Radda, dan Lara, yang menyebabkan ratusa warga hilang terbawa banjir.

Oleh karena itu, relawan MRI hingga kini masih membersamai para terdampak banjir bandang dengan menyambangi salah satu desa yang diketahui terisolir karena putusnya jalur transportasi. Untuk menuju lokasi tersebut relawan MRI harus menyebrangi sungai dan berjalan kaki sekitar 7 KM.

“Desa Maepi, Kecamatan Masamba adalah desa yang menjadi perhatian besar tim relawan MRI akibat korban banjir bandang ini. Meski kerugian materil tidak sebanding kedua wilayah tersebut, namun lokasi mereka terisolir disebabkan putusnya jalur transportasi, listrik dan Komunikasi,” ujar salah satu relawan MRI yang berada di lapangan.

Maepi terletak di daerah pegunungan hulu sungai sumber banjir bandang ini. Terdapat sekitar 300 KK terisolir. Jembatan yang menjadi akses menuju lokasi ini terputus. 

“Akses menuju lokasi ini ditempuh dengan Jalan kaki, melalui tebing curam sejauh 7 km. Beberapa rumah hanyut terbawa air, masyarakat mengungsi ke lapangan di ketinggian, dan kekurangan bahan pokok. Bantuan yang paling dibutuhkan adalah beras, ikan kering dan minyak goreng,” ungkapnya.

Dari hasil asesement MRI-ACT ditemukan 23 rumah mengalami kerusakan, 7 rumah dan 1 mushalla hilang tersapu banjir. 50 tiang listrik roboh, 3 jembtan putus, 

“Selama ini yang menjadi sumber penghasilan utama mereka adalah sawah ikut hilang tersapu banjir dan tidak bisa digunakan lagi. Informasi dihimpun sekitar 30 HA sawah hilang yang dimiliki oleh 80 KK,” tutupnya.