Manfaat Berjemur Bagi Kesehatan

Jakarta, relawan.id – Bukan hanya tanaman yang menyerap dan memetabolisme sinar matahari. Manusia juga melakukannya. Namun, hubungan antara paparan sinar matahari dan kesehatan pada manusia tidak langsung seperti yang kita inginkan.

Gen adalah faktor bagaimana manusia memetabolisme sinar matahari; seperti jenis kulit. Misalnya, orang dengan kulit pucat yang mudah terbakar di matahari cenderung terkena kanker kulit jika terlalu banyak terkena sinar matahari.

Waktu dan durasi paparan juga merupakan faktor penting dalam hal bagaimana tubuh kita memetabolisme sinar matahari. Kali ini, mari kita bahas 7 manfaat berjemur untuk kesehatanmu. Yuk, cek!

1. Dapat menurunkan tekanan darah

Dalam sebuah penelitian penting, sekelompok ilmuwan di Universitas Edinburgh menemukan bahwa senyawa yang disebut nitric oxide, yang membantu menurunkan tekanan darah, dilepaskan ke dalam pembuluh darah sesegera mungkin setelah sinar matahari menyentuh kulit.

Temuan ini penting, karena sampai saat itu dianggap bahwa satu-satunya manfaat kesehatan sinar matahari bagi manusia adalah untuk merangsang produksi vitamin D. Richard Weller, Dosen Senior bidang Dermatologi, dan rekan, bagaimanapun, menemukan bahwa paparan sinar matahari tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan, tetapi juga memperpanjang umur.

Itu karena manfaat kesehatan untuk menjaga tekanan darah yang stabil relatif rendah, termasuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Nyata sehatnya, kan?

2. Dapat meningkatkan kesehatan tulang

Ini adalah fakta yang sudah umum diketahui, bahwa vitamin D merangsang penyerapan kalsium dan fosfor yang menguatkan tulang dalam tubuh. Namun, penelitian yang muncul juga menunjukkan adanya korelasi langsung antara kepadatan tulang dan vitamin D3. Vitamin D3 adalah vitamin yang larut dalam lemak, yang terbentuk selama proses pembuatan Vitamin D, ketika sinar matahari mengenai kulit. Ini mengatur penyerapan kalsium.

Ketika kamu memiliki kadar vitamin D3 yang lebih tinggi dalam darahmu, kamu berisiko lebih rendah menderita patah tulang dari hampir semua jenis. Di sisi lain, kadar vitamin D3 yang lebih rendah dalam darah dikaitkan dengan tingkat yang lebih tinggi untuk semua jenis patah tulang. Inilah sebabnya mengapa paparan sinar matahari sangat penting untuk kesehatan tulang pada orang dewasa yang lebih tua.

3. Dapat meningkatkan fungsi otak

Selain meningkatkan kesehatan tulang dan mengatur kadar kalsium vital, para ilmuwan kini telah mengaitkan vitamin D dengan sejumlah fungsi di seluruh tubuh, termasuk fungsi otak. Satu studi yang dipimpin oleh ilmuwan saraf David Llewellyn dari University of Cambridge, menilai kadar vitamin D pada lebih dari 1.700 pria dan wanita dari Inggris, berusia 65 tahun atau lebih, kemudian menemukan fakta bahwa fungsi kognitif berkurang pada subjek dengan kadar vitamin D yang lebih rendah.

Namun, lebih banyak penelitian telah menemukan sinar matahari dapat membantu memacu pertumbuhan sel saraf di hippocampus, yang merupakan bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk membentuk, mengatur, dan menyimpan memori.

4. Dapat meningkatkan kualitas tidur

Ketika sinar matahari mengenai mata kita, sebuah pesan dikirim ke kelenjar pineal di otak dan produksi melatonin (hormon yang membuat kita mengantuk dan membantu kita tidur) ditutup sampai matahari terbenam lagi. Tubuhmu mendapat sinyal yang jelas bahwa ini bukan lagi malam dan ini membantu mempertahankan ritme sirkadian yang normal. Ketika gelap di luar, tubuhmu mendapatkan sinyal lagi dan kamu merasa lelah dan mengantuk sebelum akhirnya tertidur.

Tingkat produksi melatonin yang rendah di malam hari karena kelebihan produksi di siang hari dikaitkan dengan kualitas tidur yang buruk, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Singkirkan kacamata hitam di pagi hari ketika kamu bangun, jika memungkinkan, sehingga tubuhmu mendapat pesan bahwa pagi hari sudah tiba dan memicu kelenjar pineal untuk berhenti melepaskan melatonin.

5. Dapat mengurangi gezala alzheimer

Penelitian klinis telah menunjukkan pasien Alzheimer yang terpapar sinar matahari sepanjang hari dari jam 9 pagi hingga 6 malam, diikuti oleh kegelapan malam, skor mereka lebih baik pada ujian mental dan meningkatkan kondisi beberapa aspek penyakit menjadi lebih baik.

Sebagai contoh, satu studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa pasien Alzheimer yang terpapar cahaya terang memiliki lebih sedikit gejala depresi, terjaga malam hari, agitasi dan kehilangan lebih sedikit fungsi daripada mereka yang terpapar pencahayaan siang hari yang redup. Para peneliti menghubungkan perbaikan ini dengan ritme sirkadian yang lebih teratur.

6. Dapat menyembuhkan berbagai kelainan kulitĀ 

Sinar matahari mampu membantu penyembuhan gangguan kulit, seperti: jerawat, psoriasis, eksim, penyakit kuning dan infeksi kulit jamur lainnya. Dalam salah satu studi, misalnya, terapi berjemur luar ruang selama empat minggu berhasil menghilangkan gejala psoriasis secara signifikan pada 84 persen subjek.

Sementara paparan sinar matahari memiliki efek terapi pada kulit dan sinar matahari telah berhasil digunakan untuk mengobati gangguan kulit, metode pengobatan alternatif ini harus dilakukan di bawah pengawasan medis untuk mencegah efek samping negatif dari radiasi UV dan untuk memastikan manfaat lebih besar daripada risikonya. Jadi, jangan sembarangan juga ya, ketahui batasannya.

7 . Berjemur juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh

Bejrjemur di bawah sinar matahari dapat membantu menekan sistem kekebalan yang terlalu aktif, yang bisa menjelaskan mengapa sinar matahari digunakan untuk mengobati penyakit autoimun seperti psoriasis. Selain itu, karena sel darah putih meningkat dengan paparan sinar matahari dan mereka memainkan peran kunci dalam memerangi penyakit serta mempertahankan tubuh terhadap infeksi, paparan sinar matahari moderat sangat membantu sistem kekebalan tubuh kamu.