Q n A Isolasi Mandiri di Rumah

Oleh : dr. Akhmad Isna Nurudinulloh

Jakarta, relawan.id – Banyak pertanyaan masuk mengenai bagaimana cara isolasi mandiri di rumah. Terlebih mayoritas dari pekerja adalah tinggal bersama pasangan, anak, maupun bersama orang tua mereka.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kejadian peningkatan kasus Covid-19 di DKI Jakarta dan sekitarnya kembali terjadi, setelah adanya pelonggaran pada PSBB dan juga telah aktif kembali perkantoran di Jakarta. Hal ini membuat pekerja-pekerja yang pernah kontak dengan pasien konfirmasi Covid-19 maupun para pasien konfirmasi Covid-19 yang tanpa gejala atau bergejala ringan terpaksa harus menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sebelum membaca Q n A di bawah ini, kiranya baik bagi pembaca yang belum mengetahui artikel sebelumnya berjudul Tips Isolasi Mandiri di Rumah untuk membacanya terlebih dahulu di sini.

Q : Apakah saat isolasi mandiri di rumah semua anggota keluarga menggunakan masker?

A : Pada prinsipnya protokol kesehatan mengharuskan menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain. Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan secara teknis bagaimana tips melakukan isolasi mandiri di rumah. Bila tips tersebut dilaksanakan dengan baik, maka sebenarnya cukup bagi pasien atau anggota keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah saja yang memakai masker, terlebih saat ke luar kamar.

Q : Apakah alat makan seperti piring, sendok, garpu harus terpisah dengan anggota keluarga yang sedang isolasi mandiri?

A : Tidak perlu. Yang terpenting untuk alat makan adalah selalu bersih sebelum digunakan dan dicuci dengan menggunakan sabun. Yang mencuci baiknya anggota keluarga yang tidak sedang isolasi mandiri, agar anggota keluarga yang sedang isolasi mandiri tidak terlalu banyak beraktifitas di luar kamar.

Q : Apakah harus sedia hand sanitizer dan semua keluarga harus memakainya? Apakah seisi rumah harus dilakukan sterilisasi?

A : Prinsipnya di sini adalah apakah ada penyebaran virus? kami contohnya ilustrasi : Bila anggota keluarga konfirmasi Covid-19 yang sedang diisolasi batuk di kamar dan batuk yang keluar tersebut disangga oleh tangannya. Kemudian dia keluar kamar dan tangan tersebut memegang area tertentu seperti gagang pintu kamar mandi, maka sangat mungkin virus tersebut menempel di gagang pintu tersebut.

Maka apabila anggota keluarga ingin membuat hal ini menjadi lebih sederhana, maka cegah jangan sampai ada penularan di rumah. Cara sederhana ini dapat dicontohnya seperti anggota keluarga yang sedang mengisolasi mandiri diberlakukan peraturan : sebelum keluar kamar terlebih dahulu sudah mencuci tangannya dan memakai masker.

Q : Apakah anggota keluarga yang lain wajib di Swab-PCR atau dilakukan tes keberadaan virus corona?

A : Tergantung kasus. Apabila yang diisolasi mandiri di rumah adalah pasien konfirmasi (positif) Covid-19, maka anggota keluarga yang lain yang berada dalam 1 rumah dikategorikan sebagai kontak erat dan suspect yang kemudian perlu dilakukan pengujian Swab-PCR sebagai protokol pencegahan dan pengendalian virus corona.

Tetapi apabila anggota keluarga yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah tersebut hanya karena peristiwa kontak erat, atau karena gejala ringan yang dicurigai (suspect), tetapi hasil Swab-PCR nya belum keluar sehingga belum dapat diyakinkan konfirmasi Covid-19, maka anggota keluarga yang lain belum perlu dilakukan pengujian tes keberadaan virus corona.

Demikian beberapa Q n A yang pernah ditanyakan dan dapat kami himpun dalam artikel ini, semoga dapat membantu memperkaya pengetahuan dan membuat masyarakat percaya diri untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Penulis menyarankan bagi sahabat pembaca sekalian untuk membaca artikel sebelumnya yang berjudul Tips Isolasi Mandiri di Rumah, di sini.

Kami masih terbuka apabila ada pertanyaan-pertanyaan baik secara teori maupun hal teknis terkait isolasi mandiri di rumah, demi meyakinkan dan membuat rasa percaya diri bagi masyarakat untuk selalu siap dengan segala kondisi termasuk saat isolasi mandiri di rumah.

#TubuhSehatIbadahKuat