ACT Berikhtiar Berikan Bantuan untuk Korban Ledakan di Beirut

Jakarta, relawan.id – Aksi Cepat Tanggap berikhtiar memberikan bantuan terbaik untuk korban ledakan di Beirut, ibu kota Lebanon. Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response – Aksi Cepat Tanggap menerangkan, bantuan kemanusiaan akan dimaksimalkan untuk warga terdampak. Hal ini mengingat besarnya dampak ledakan yang terjadi pada Selasa (4/8/2020) tersebut.

“Ledakan yang terjadi di Beirut membuat kota tersebut porak-poranda. Puluhan jiwa meninggal dunia, ribuan lainnya luka-luka. Kondisi ini menjadi duka masyarakat internasional. Insyaallah, ACT akan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga Beirut, salah satunya bantuan pangan,” terang Faradiba, Rabu (5/8).

Menurut kantor berita Reuters, ledakan di Beirut–per Rabu (5/8) hingga pukul 11.00 WIB–menewaskan 78 jiwa dan lebih dari 4.000 terluka, jumlah tersebut diperkirakan bertambah. Ribuan bangunan di sekitar pusat ledakan pun hancur, termasuk Rumah Sakit St. George di Beirut Tengah.

Presiden Michael Aoun mengatakan sebanyak 2.750 ton pupuk ammonium nitrat, yang telah disimpan selama enam tahun tanpa pengawasan dan aturan yang tepat, di gudang pelabuhan menjadi pemicu ledakan.

Sementara itu, menurut data yang dikumpulkan Geological Survey Amerika Serikat, ledakan di Beirut setara pergerakan seismik gempa bermagnitudo 3,3.

Ledakan di Beirut kali ini disebut paling mengerikan sepanjang sejarah perang saudara 1975-1990 dan serangan bom lainya. Ledakan semakin menghantam negeri berpenduduk lebih dari enam juta jiwa, setelah sebelumnya dilanda krisis kemanusiaan, konflik militer, dan Covid-19.

Faradiba pun berharap dukungan dari masyarakat Indonesia untuk masyarakat Lebanon di Beirut yang terdampak ledakan dapat disampaikan sesegera mungkin. “Mohon doanya, semoga ikhtiar kami untuk menyalurkan amanah kepedulian para sahabat dermawan untuk warga Beirut bisa berjalan lancar,” ungkapnya.