ACT Siapkan Bantuan untuk Korban Ledakan di Beirut

Beirut, relawan.id – Sepuluh kontainer beras dan ratusan ribu tepung dilaporkan ikut terbakar di gudang pelabuhan saat, ledakan terjadi di pelabuhan Kota Beirut, Selasa (4/8), dilansir dari Bloomberg. Dalam sebuah tayangan video terlihat tumpukan gandum dan biji-bijian tercecer dari kontainer penyimpanan, yang disebut, berkapasitas 120 ribu ton. Pemerintah setempat menyebut gudang penyimpanan sebagian besar kosong dan sisa stok tidak dapat lagi digunakan.

Salah satu mitra perdagangan di Lebanon bahkan mengaku kepada Bloomberg telah kehilangan stok 10 kontainer beras atau setara 250 ton. Mereka juga menyebut sebagian besar makanan lain di pelabuhan turut rusak.

Merespons hal ini, Aksi Cepat Tanggap berikhtiar mengirimkan bantuan bahan pangan dan kebutuhan dasar lainnya. Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response – ACT menerangkan, timnya tengah menyiapkan bantuan terbaik yang tentunya berasal dari sedekah sahabat dermawan di Indonesia.

“Ada bahan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan hidup dasar yang tengah kami ikhtiarkan. Sejauh ini kami terus berkomunikasi dengan mitra di Lebanon terkait kebutuhan yang korban ledakan dan masyarakat Beirut saat ini,” ungkapnya. Said juga menerangkan, pelabuhan menjadi salah satu fasilitas krusial tempat perlintasan keluar-masuk bahan makanan dan obat-obatan di Lebanon selama ini.

Sebelum tragedi kemanusiaan ini, Said mengatakan, Lebanon juga tengah terlilit krisis, inflasi terjadi, dan jutaan gelombang pengungsi Palestina dan Suriah mulai memasuki wilayah Lebanon.

“Kita tidak hanya fokus kepada musibah ledakan ini, tetapi kita bantu masyarakat Lebanon dari krisis kemanusiaan yang turut berimbas pada kehidupan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, saat ini listrik di wilayah terdampak masih padam sehingga membuat aktivitas di sejumlah rumah sakit terganggu. Korban jiwa akibat ledakan super hebat ini pun terus bertambah. Hingga Rabu (5/8) waktu setempat jumlah korban jiwa menjadi 137 orang.