7 Pertempuran Mempertahankan Kemerdekaan

Jakarta, relawan.id – Indonesia memang telah menyatakan merdeka tepat pada 17 Agustus 1945. Namun pada kenyataannya, Belanda dan pasukan sekutu kembali datang untuk menguasai Indonesia. Akhirnya masyarakat Indonesia harus kembali berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang didapat dengan susah payah. Semua orang bersatu padu melawan Belanda dan sekutunya hingga perang tak bisa terelakkan lagi.

Ujung timur hingga barat Indonesia kembali bergejolak. Suara tembakan, bom, dan teriakan perjuangan tak pernah berhenti berkumandang. Rakyat Indonesia menginginkan negara yang baru seumur jagung ini tidak direbut kembali. Akhirnya lima pertempuran sengit terjadi hingga pertumpahan darah tak terelakkan lagi. Berikut perang-perang mempertahankan kemerdekaan itu!

1. Pertempuran 10 November

Awalnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945, tentara Sekutu berniat menguasai Surabaya.pertempuran pecah, pada 30 Oktober 1945, Jendral Mallaby tewas. 9 November Inggris mengultimatum agar Rakyat Surabaya menyerahkan senjata, kalau tidak, pada 10 November akan digempur habis dari darat, laut, udara. Namun, ultimatum dihiraukan oleh rakyat Surabaya, dan bertekad untuk mempertahankan Surabaya sampai titik darah penghabisan. Bung Tomo memimpin para arek-arek Surabaya yang membakar semangat para pejuang.

2. Bandung Lautan Api

Peristiwa yang terjadi pada 23 Maret 1946 para penduduk Bandung membakar rumah mereka sebelum meninggalkan dan mengungsi ke daerah selatan Bandung, tak kurang dari 200.000 ribu rumah dibakar dan dalam waktu tujuh jam! Ini dimaksudkan agar mencegah tentara Sekutu dan NICA Belanda menggunakan Kota Bandung sebagai markas militer.

3. Pertempuran 5 Hari di Semarang

Pertempuran ini berlangsung pada 15-19 Oktober 1945, melawan tentara Jepang, dan dihentikan saat adanya gencatan senjata. Penyebab utamanya,  karena larinya tentara Jepang pada saat akan ditahan dan tewasnya Dr. Kariadi, yang dibunuh oleh tentara Jepang saat akan memeriksa sumber air yang diduga diracuni oleh Jepang. 

4. Pertempuran Ambarawa

Terjadi pada 20 November 1945 dan berakhir 15 Desember 1945, antara pasukan TKR dan para pemuda melawan pasukan Sekutu Inggris. Bermula pada 20 Oktober 1945, tentara Sekutu yang membebaskan tawanan Sekutu dan menuju Magelang untuk membebaskan tawanan NICA Belanda. Puncaknya pada 20 November perang pun pecah, karena pihak Sekutu mengingkari janji yang telah disepakati terkait isi naskah pada 2 November 1945.

5. Pertempuran Medan Area

Pertempuaran yang terjadi pada 10 Desember 1945. Sekutu mendarat di Medan pada 9 Oktober, yang dipimpin oleh Brigadir Jendral T.E.D Kelly, yang diboncengi oleh NICA. Para pejuang pada 13 Oktober telah siap membentuk Divisi Benteng, dan terjadi pertempuran pertama di Medan pada tanggal itu. Puncaknya pada 10 Desember 1945.

6. Perang Puputan

Perang ini dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai, yang terjadi pada 20 November 1946. Pasukan TKR bertempur habis-habisan dalam mengusir pasukan Belanda yang kembali datang setelah kekalahan Jepang. 

7. Pertempuran Lima Hari Lima Malam Di Palembang

Berlangsug pada 1-5 Januari 1947, dan berakhir dengan gencatan senjata pada 6 Januari 1947. Bermula tindakan pasukan sekutu yang melakukan penggeledahan senjata rampasan dari Jepang di rumah para penduduk, hal itu menyinggung perasaaan rakyat Palembang. 

Masih banyak lagi pertempuran-pertempuran dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tanpa perjuangan dari para pahlawan, tidak akan mungkin kita bisa menikmati saat seperti sekarang ini.