Ratih Ayu, Relawan Inspirasi yang Tak Pernah Berhenti Berbagi

Jakarta, relawan.id – Dunia kerelawanan memang unik dan asik, banyak sekali orang-orang hebat yang bisa ditemui. Baik itu teman seperjuangan yang dengan suka hati memberikan waktu istirahatnya setelah aktivitas kerja untuk membantu sesama, maupun para penerima manfaat dengan sederet kisah inspiratif tentang bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan yang penuh beban tanpa merasa ada beban. Tentang bagaimana seharusnya kita harus bersikap sabar dengan tetap berjuang, ikhlas tanpa mengharap balas, tetap berbuat baik tanpa mengharap timbal balik.

Ratih Ayu, gadis 26 tahun itu adalah salah satu relawan MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) Banjarmasin. Ia juga seorang pekerja di salah satu perusahaan bimbingan belajar online sebagai Marketing Associate Regional Kalimantan 1. Kak Ratih, begitu Ia biasa disapa rekan relawan lainnya. Sosok ulet yang siap sedia untuk menjadi relawan kemanusiaan.

Sejak adanya pandemi Covid-19 di Banjarmasin dan diberlakukannya WFH (Work From Home) ditempatnya bekerja, Ratih malah semakin aktif untuk terus bisa turun langsung memberikan bantuan kepada orang-orang yang terdampak pandemi. Dari pembagian makanan di jalan, hingga pembagian sembako ke rumah-rumah yang layak mendapat bantuan. Ratih juga pernah menjadi relawan dapur umum di beberapa titik Kota Banjarmasin.

“Saya hanya ingin bermanfaat bagi orang lain, sekaligus mengisi waktu yang ada dengan aktifitas-aktifitas positif,” ucap Ratih.

Tidak hanya itu, Ratih juga menularkan semangat kerelawanannya melalui sebuah acara bincang-bincang bersama Mahasiswa Mapala Uniska Banjarmasin. Melalui acara tersebut beliau mengajak anak muda untuk turut ambil peran melawan pandemi Covid-19.

Apa yang dilakukan Ratih rupanya menginspirasi bagi relawan lainnya. Atika, salah satunya, yang juga seorang pekerja di salah satu percetakan di Kota Banjarmasin. Atika mengaku ingin mengikuti jejak Ratih menjadi relawan meski di tengah aktivitas lainnya.

“Dari beliau Saya belajar, tentang bagaimana memanfaatkan waktu istirahat agar tetap menjadi manfaat,” pungkasnya.

(Atika Lestari/MRI Banjarmasin)