MRI-ACT Kalbar Berikan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Pontianak, relawan.id – Kesedihan masih terlihat jelas di raut wajah Heriansyah dan Darnawati, karena mereka harus menerima bahwa tempat tinggalnya habis terbakar dilalap si jago merah, Jumat (29/8/2020) malam.

Darnawati menceritakan setelah shalat isya dia mendengar suara di dapur yang ternyata sudah dilalap api, beruntung dia bergegas untuk keluar rumah dan tidak sempat membawa barang-barang di dalam rumah, karena kejadian begitu cepat dan sebagian rumah. 

“Ndak ada yang bisa diselamatkan, syukur masih sempat keluar rumah” tutur Bu Darnawati haru.

Berbeda dengan, Heriansyah yang saat itu dirinya pulang shalat isya dari masjid, dan menjumpai kerumunan disektira tempat tinggalnya, yang awalnya Heriansya mengira gudang sebelah rumah yang terbakar.

“Awalnya saya kira Gudang di sebelah yang kebakaran, pas sampai depan rumah lemas badan sempat ndak percaya,” Kenang Heriansyah. 

Kebakaran terjadi diduga karena korsleting arus pendek listrik. Untuk sementara Heriansyah dan Darnawati menumpang di rumah saudara yang kebetulan masih satu Gang dengan rumah mereka yang terbakar.

Mengetahui hal tersebut Tim Emergency Response Masyrakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Kalimantan Barat bergerak cepat menggalang bantuan kemanusiaan. Setelah penggalangan usai pada hari Senin 31 Agustus 2020 Tim MRI-ACT Kalbar bersilaturrahim sekaligus memberikan bantuan kemanusiaan untuk Heriansyah dan sekeluarga. Bantuan yang diberikan oleh Tim MRI-ACT meliputi paket pangan, baju layak pakai, dan makanan siap santap. 

Tim MRI-ACT ditemani oleh Heriansyah juga berkesempatan meninjau langsung rumah beliau yang sudah terbakar hangus, tinggal puing-puingnya saja. 

Pada kesempatan tersebut, Ketua Cabang ACT Kalbar Fachri Lea N  menyampaikan bela sungkawa sekaligus komitmen dari ACT Kalbar untuk selalu turun membantu masyarakat kalbar yang sedang membutuhkan bantuan. Diakhir pertemuan Heriansyah mengucapkan terima kasih kepada MRI-ACT dan para donatur karena telah memberikan bantuan kepada keluarganya yang  sedang tertimpa musibah.