Tips Aman Saat Isolasi Mandiri di Rumah

Jakarta, relawan.id – Jumlah penderita yang dinyatakan positif Covid-19 masih menunjukkan grafik yang meningkat. Ini berarti angka penambahan mereka yang terpapar virus Corona masih belum terhenti. Apalagi dari sejumlah mereka yang dinyatakan positif Covid-19 ternyata sebagian besar tanpa gejala. Jenis penderita inilah yang berisiko tinggi menularkan ke orang lain. Ini karena mereka tetap beraktivitas seperti biasa, karena tubuhnya tidak merasakan sakit, padahal secara tidak sadar sudah terinfeksi Covid-19.

Dilansir dari dokterzone.com, bagi penderita positif Covid-19 yang tergolong tanpa gejala, penanganannya tidak perlu dirujuk ke rumah sakit, cukup dengan melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Tidak hanya untuk yang tanpa gejala, mereka yang positif Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang, juga disarankan cukup melakukan isolasi mandiri.

Beberapa tips isolasi mandiri di rumah yang kami berikan di sini tentu saja merupakan salah satu langkah efisien agar isolasi mandiri di rumah berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi seseorang yang melaksanakan isolasi mandiri, juga bagi keluarga yang berada di rumah.

Membuat Kesepakatan Ruangan

Simpelnya, ruangan sebaiknya terpisah. Cara mudahnya, apabila salah seorang yang diisolasi berada di dalam kamar, maka anggota keluarga lain boleh berada di ruang keluarga. Namun apabila salah seorang yang diisolasi hendak keluar kamar, maka anggota keluarga yang lain sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar.

Untuk aktivitas yang bisa dilakukan di kamar maka dilakukan di kamar, semisal makan dan minum. Boleh di dalam kamar dapat ditambahi post charger dan handphone maupun akses informasi dan hiburan lainnya agar di dalam kamar tidak bosan. Apabila hendak keluar kamar, maka berkoordinasi terlebih dahulu dengan mengetuk pintu, membuat missed call, ataupun metode lainnya.

Minum Air Putih yang Banyak

Air putih. Bukan teh, kopi, atau yang lain. Maksud arti yang banyak tentu saja secukupnya, namun hal ini sengaja ditekankan agar tidak menganggap remeh konsumsi air putih, apalagi hal ini menjadi penting dan menjadi salah satu pendukung terapi maupun pencegahan Covid-19.

Konsumsi air putih normalnya minimal 2 liter dalam 1 hari/24 jam. Boleh lebih. Kami menyarankan 3 liter dalam 1 hari/24 jam.

Konsumsi air putih yang banyak tentu tergantung latar belakang kesehatan sebelumnya. Misal jika sebelumnya seseorang sudah dengan kondisi gagal ginjal kronik, atau pembengkakan jantung, tentu mereka harus membatasi minum air.

Konsumsi Vitamin C

Diberitakan oleh dokterzone.com bahwa konsumsi vitamin c dosis tinggi dipakai oleh dunia kedokteran sebagai salah satu pendukung terapi COVID-19 dan juga dapat berfungsi sebagai pencegahan.

Minumlah vitamin C dosis tinggi, untuk dewasa dengan dosis sekali minum 1.000 mg, dan dapat diminum 2 kali sehari.

Konsumsi vitamin c dosis tinggi menurut hasi penelitian terbukti memiliki efek antiviral dengan merusak dan mencegah replikasi virus.

Berolahraga Rutin di Rumah

Olahraga secara tidak langsung menjaga daya tahan tubuh kita. Bahkan efek positit jangka panjang dari berolahraga rutin adalah untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah kita.

Olahraga yang dilakukan tentu saja bukan di luar rumah, melainkan olahraga-olahraga ringan di dalam rumah. Anggota keluarga dapat melakukan aerobic sambil dipandu video di youtube misalnya. Atau anggota keluarga dapat melakukan push up, sit up, lari ditempat, ataupun bila memiliki alatnya dapat melakukan jogging dan bersepeda statis.

Optimis, dan Berdoa

Kondisi psikologi seseorang sejak lama diketahui dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Seseorang yang kondisinya cemas menyeluruh dapat berdampak pada penurunan daya tahan tubuh bahkan hingga membuat gejala seakan-akan tubuh merasa sakit.

Maka sangat disarankan bagi anggota keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, maupun anggota keluarga yang lain, untuk tetap bersikap tenang dan optimis bahwa ujian ini akan segera berakhir, dan pasien dapat sembuh.

Jangan lupa juga bahwa sebagai hamba yang beriman, maka tidak lupa untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, mengingat kita sebagai manusia hanya dapat mengupayakan hal yang terbaik menurut kita, sedangkan Tuhan yang menentukan akhir dari ujian ini.