Sragen Kekeringan, MRI-ACT Distribusikan Air Bersih

Sragen, relawan.id – Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mengalami kekeringan di saat beberapa wilayah mengalami banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Hal ini terjadi dampak dari bencana hidrometeorologi masih dominan hingga bulan kesembilan tahun ini.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendapatkan laporan, Kabupaten Sragen yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur ini mengalami kekeringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mencatat intensitas hujan menurun sehingga menyebabkan sumber mata air di kawasan ini berkurang.

Kekeringan berdampak pada ketersediaan air tanah yang dapat dimanfaatkan oleh warga setempat. Data per hari Sabtu (19/9), BPBD mengidentfikasi korban terdampak kekeringan  di wilayahnya mencapai 478 KK atau 1.697 jiwa.

Merespon hal itu, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sragen bersama ACT Solo melakukan distribusi air bersih dengan menggunakan armada Humanity Mobile Water Tank di Dukuh Plosombo, Desa Banyuurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

“Medan jalan yang curam dan sore hari disambut guyuran hujan tak membuat Tim MRI-ACT patah semangat, hingga malam ini telah selesai menyalurkan amanah dari Para Dermawan sebanyak 1 tangki HMWT ACT Solo berkapasitas 8000 liter air bersih dengan pengisian 2 kali,” ujar relawan MRI Sragen, Muzaid Bahar.

Sementara itu, warga Plosombo menyampaikan bahwa masalah kekeringan sudah menjadi hal biasa setiap tahunnya.

“Jika musim kekeringan tiba, hasil tanaman kami tidak maksimal, ada sumur wakaf pun juga jauh dan harus mengantri. Selain itu, selama tahun 2020 ini, belum ada bantuan air bersih, ada tangki air harus membeli mahal dengan per 1 liter diharga Rp 55.000,”  Bu Susi.