Wakaf Bisa Menjadi Solusi Ekonomi Saat Pandemi Covid-19

Jakarta, relawan.id – Wabah Covid-19 telah tersebar di hampir ke seluruh negara yang diprediksi berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi dunia. Negara adidaya seperti Amerika Serikat, Eropa, China pun mengalami tekanan ekonomi yang begitu hebat, apalagi negera berkembang seperti Indonesia.

Bencana alam ini telah berdampak signifikan dalam seluruh aspek kehidupan, tak hanya kesehatan, melainkan yang parah adalah masalah ekonomi di berbagai sektor.  

Kondisi ini berimbas pada menurunnya aktivitas ekonomi konvensional. Banyak UMKM yang belum memasarkan produknya melalui pasar online (market place). Ditambah dengan makin langka dan mahalnya bahan-bahan produksi.

Di sisi lain daya beli masyarakat juga menurun. Hal ini berdampak pada pekerja rentan seperti pengemudi ojek online, supir angkutan umum, pedagang kecil, buruh harian, dan semacamnya yang mendapatkan penghasilan dari aktivitas rutin harian. Sementara harga kebutuhan bahan pokok terus merangkak naik.

Dapat dikatakan, bahwa wabah Covid-19 ini baik langsung maupun tidak langsung menyebabkan kemiskinan.

Wakaf sebagai salah satu bentuk filantropi (kedermawanan) Islam memiliki potensi cukup besar untuk dikelola secara produktif. Di Indonesia, lembaga filantropi Islam banyak didirikan dengan salah satu tujuannya adalah menyalurkan sumbangan dana masyarakat ekonomi kelas menengah dalam bentuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf kepada masyarakat yang dikategorikan sebagai salah satu dari 8 kelompok atau asnaf.

Wakaf merupakan salah satu kegiatan muamalah yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan ekonomi. Salah satu kekuatan penting masyarakat Indonesia adalah berpenduduk muslim, yang memiliki kesadaran tinggi untuk berderma. Dengan kata lain kesadaran masyarakat muslim Indonesia untuk beramal sosial sangat tinggi.

Karena itu salah satu sikap yang penting untuk dijaga dan ditumbuhkan dalam menghadapi musibah adalah meningkatkan empati kepada lingkungan sekitar kita dan pihak-pihak yang terkena dampak dari musibah tersebut. Terutama orang-orang yang lemah terdampak secara ekonomi, kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya.

Salah satu solusi yang ditawarkan sektor keuangan sosial Islam menghadapi krisis adalah melalui Wakaf.

Bahkan saat ini, seiring perkembangan pemahaman masyarakat tentang praktik filantropi Islam, wakaf terutama wakaf tunai diarahkan bagi pengembangan dan pemberdayaan ekonomi, untuk sebesar-besarnya peningkatan kesejahteraan ekonomi umat.

Dalam situasi Pandemi Covid-19, wakaf tunai ini dapat menjadi solusi mengatasi ekonomi yang tengah terpuruk akibat dampak Covid-19. Pengelolaan wakaf secara produktif jika dioptimalkan dapat menggerakkan perekonomian dan laba yang dihasilkan dapat diarahkan untuk menjadi sumber pembiayaan berkelanjutan bagi sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan secara merata dan komprehensif di masyarakat.

Wacana menjadikan wakaf sebagai jalan keluar permasalahan ekonomi memang bukan lagi hal baru. Belakangan wakaf yang lumrahnya diketahui oleh masyarakat sebagai aset tak bergerak seperti masjid, kini diperkenalkan juga dalam bentuk uang atau tunai.