MRI-ACT Buka Posko Pelayanan Kesehatan untuk Korban Terdampak Banjir

Ambon, relawan.id – Hujan deras menyebabkan sejumlah kawasan di Kota Ambon, Maluku, dilanda banjir. Warga di beberapa wilayah pun memilih mengungsi.

Sejak Sabtu (3/10/2020) sore hingga malam, Kota Ambon dilanda hujan deras. Akibatnya sejumlah kawasan di kota Ambon dilanda banjir setinggi pinggang orang dewasa, seperti di kawasan Jalan Baru, Kecamatan Sirimau.

Oleh karena itu, Masyaraakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) membantu masyarakat yang terkena dampak banjir dengan melakukan pelayanan kesehatan, hal itu dilakukan karena warga terkena penyakit gatal-gatal akibat jalan yang masih berlumpur, sehingga berdampak bagi kesehatan warga.

“Posko kesehatan sudah cukup baik, walaupun masih ada kekurangan dari beberapa obat yang belum ada, seperti salep jamur dan antibiotik, kedepannya kita akan berusaha lebih maksimal untuk melayani masyarakat yang terdampak musibah banjir ini,” ujar relawan medis, dr. Widya.

“Alhamdulillah masyarakat di sini sangat berterima kasih kepada tim medis MRI dan relawan atas dedikasinya,” tambahnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon masih melakukan verifikasi dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir dan longsor yang terjadi dua hari lalu itu. 

“Saat ini dari BPBD sementara melakukan verifikasi data, agar bisa mendapatkan data yang valid,” ujar Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy.

Pemerintah Kota Ambon telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Maluku serta Balai Sungai dan Balai Jalan untuk menanggulangi kerusakan akibat banjir dan longsor itu. 

“Karena Ambon ini ibu kota Provinsi Maluku jadi kita koordinasi dengan semua instansi agar masalah ini bisa dicari solusinya jangan sampai Pemkot Ambon sendiri yang menanggungnya,” ujarnya.

Pemkot Ambon juga telah melaporkan data sementara kerusakan kepada BNPB dan pemerintah pusat. 

“Kita telah ambil langkah sesuai protap penanganan bencana, kepada Bapeda saya minta juga konsultasi dengan pemerintah pusat untuk mengantisipasi kondisi yang terjadi ini,” katanya. 

Richard  menambahkan, Kecamatan Sirimau merupakan wilayah paling parah terdampak banjir dan longsor.

Dari 14 kelurahan di Kecamatan Sirimau, hanya Kelurahan Pandan Kasturi yang tak terdampak banjir dan longsor. 

“Jadi Kecamatan Sirimau yang paling parah,” ujarnya.