MRI-ACT Sukabumi Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak Banjir Cianjur

Cianjur, relawan.id – Masyarkat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Sukabumi menyalurkan bantuan untuk korban banjir dan longsor di Cianjur, bantuan tersebut langsung diterima oleh kepala desa Sukamanah, Selasa (6/10/2020).

“Alhamdulillah hari ini MRI-ACT Sukabumi telah melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan logistik terhadap para korban terdampak banjir Cianjur, dan menyerahkan bantuan logistik kepada desa Sukamanah, Kecamatan Agrabinta, Cianjur,” ujar relawan MRI, Adit.

Hasil assemen sementara, di Kecamatan Leles terdapat 6 desa yang terdampak banjir dan tanah longsor yakni Desa Sukasirna, Desa Purabaya, Desa Pusakasari, Desa Sindangsari, Desa Karyamukti, dan Desa Nagasari. Di Desa Sukasirna terjadi tanah longsor yang mengakibatkan 10 unit rumah warga terdampak. Nilai kerugiannya ditaksir kisaran Rp 480 juta.

Terdapat juga jembatan di 6 titik dan jalan di 10 titik yang terdampak. Selanjutnya di Desa Purabaya rumah warga yang terdampak tanah longsor terdata sebanyak 8 unit dengan nilai kerugiannya ditaksir sekitar Rp 390 juta.

Di Kecamatan Agrabinta, bencana banjir dan tanah longsor terjadi di tiga wilayah. Di Desa Neglasari, terdapat dua rumah terseret material tanah longsor milik Jojon di Kampung Cimapag RT 03 RW 02 dan Komsih di Kampung Cikahuripan RT 16/05. Selain itu terdapat juga tiga titik ruas jalan lingkungan yang tertutup material tanah longsor. Selanjutnya di Desa Mekarsari, jumlah rumah yang terdampak sekitar 186 unit dan yang terendam sebanyak 493 unit. Ketinggian air di wilayah ini sekitar 40 sentimeter hingga 1 meter.

Dampak bencana di Desa Mekarsari. Di Kampung Baru RT 03 RW 01, jumlah warga yang terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Cisokan sebanyak 63 kepala keluarga atau 180 jiwa, di Kampung Babancong RT 04 RW 04, warga yang terdampak berjumlah 83 kepala keluarga atau 179 jiwa, di Kampung Buniherang RT RT 03/04, warga yang terdampak berjumlah 15 kepala keluarga atau 50 jiwa, di Kampung Sirnagalih RT 02/03 warga yang terdampak berjumlah 5 kepala keluarga atau 15 jiwa.