MRI-ACT Bagikan Ratusan Makan Siang untuk Korban Banjir Bandang di Garut

Garut, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Garut membagikan ratusan porsi makan siang  kepada korban banjir bandang di Desa Mandalakasih, Kecamatan Pameungpeuk, Selasa (13/10). Bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari asesmen dan aksi bersih-bersih lingkungan yang dilakukan Senin (12/10) sore.

Warga pun masih membereskan rumah mereka dibantu relawan dari berbagai organisasi. Kepala Cabang ACT Garut Mochamad Dani Ramdani melaporkan pada Selasa siang, kebutuhan mendesak warga masih meliputi air minum, air bersih, peralatan kebersihan, peralatan tidur seperti tikar dan selimut, serta dapur umum.

“Kami terus berkoordinasi dengan tim Disaster Emergency Response ACT Pusat untuk memberikan bantuan terbaik. Sejauh ini bantuan yang harus disiapkan dan diusulkan meliputi bahan makanan, makanan balita, obat-obatan, perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, dan perlengkapan kebersihan diri,” kata Dani.

Saat ini para korban terdampak banjir bandang mengungsi ke rumah saudara dan kerabat sehingga titik-titik pengungsian relatif kosong. Titik-titik pengungsian yang disediakan antara lain Kantor Kecamatan Pameungpeuk, Kantor Koramil, Kantor Polsek, dan Kantor Pemerintahan di wilayah aman lainnya.

Sementara itu, hingga Selasa siang, sejumlah jalur di wilayah Pameungpeuk-Garut masih becek berlumpur dan tertutup material longsor, terutama di Jalur Cisompet Kampung Tanegan Cibarani.

Banjir dan longsor di wilayah selatan Garut ini disebabkan luapan Sungai Cipalebuh dan Cikaso di Kecamatan Pameungpeuk, Sungai Cibera dan Cibaluk di Kecamatan Cibalong, dan Sungai Cipasarangan di Kecamatan Cikelet pada Senin (12/10) pukul 04.00 dini hari. Ketinggian air rata-rata mencapai 1,5 meter.

Di Kecamatan Pameungpeuk, enam desa terdampak luapan sungai. Dua rumah warga di Kampung Bintara RT 13 RW 03 Desa Sirnabakti hanyut terbawa arus, jembatan Leuwinanggung pun turut rusak. Di Kecamatan Cibalong jembatan Sakambangan trut rusak. Banjir menerjang tiga desa di wilayah itu. Sementara di Kecamatan Cikelet banjir merendam desa Cijaber dan merusak Jembatan Rawayan penghubung Kampung Baru dan Kampung Punaga.