Bekasi Dihantam Angin Puting Beliung, MRI-ACT Terjunkan Relawan Bantu Terdampak

Bekasi, relawan.id – Cuaca buruk menerpa Babelan, Kabupaten Bekasi, siang tadi. Angin puting beliung menerjang 2 desa di Babelan, dan menyebabkan puluhan rumah dari dua desa terdampak. 

Menurut laporan dari BPBD Kabupaten Bekasi, ada 8 RT yang terkena dampak dari angin puting beliung ini. 

“RT 02 RW 13 ( 2 rumah warga terdampak), RT 01 RW. 13 ( 2 rumah warga terdampak) , RT 05 RW. 13 (1 rumah warga 1 rumah makan)1. RT 05 RW 005 ( 12 rumah warga terdampak), RT 07 RW. 005 ( 10 rumah warga terdampak), RT 06 RW 005 (8 rumah warga terdampak), RT 021 RW 02 ( 8 rumah warga terdampak), RT 08 RW. 006 (10 rumah terdampak), dan RT 09 RW 006 ( 10 rumah terdampak),” kata relawan BPBD Kabupaten Bekasi Budi Jalu, Jumat (23/10). 

Sebagian besar rumah tersebut mengalami kerusakan di bagian atap. Sementara itu, Jalu juga menjelaskan, angin puting beliung itu menerjang sekitar pukul 13.10 WIB. Angin tersebut hadir bersamaan dengan hujan. 

“Hujan disertai angin kencang dari arah Barat daya di sekitar wilayah Desa babelan kota kecamatan Babelan dan menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan atap dan bangunan,” kata Jalu. 

Sementara itu, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Bekasi melakukan assesment di lokasi yang terkena dampak puting beliung yaitu Pondok Ungu Permai. Dari hasil assesment sementara ada beberapa rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Saat ini warga terdampak membutuhkan beberapa bantuan berupa kayu, genteng, asbes,” ujar relawan MRI-ACT Bekasi, Bintang.

Angin puting beliung terjadi di wilayah Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (23/10). Atap rumah, papan reklame sampai dengan sampai sepeda motor roboh diterjang angin ribut tersebut. Belum ada keterangan resmi apakah peristiwa alam ini ada kaitannya dengan fenomena La Nina.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi terdampak di Kecamatan Bekasi Utara (Kota Bekasi) dan Babelan (Kabupaten Bekasi). Angin mulai terasa bertiup kencang pukul 13.00 WIB dan banyak terekam ponsel warga di sana.

Di kawasan Marakash misalnya. Seorang warga merekam detik-detik angin puting beliung. Sampah-sampah berterbangan, reklame tumbang, gerobak hingga kios semi permanen roboh. Sejumlah warga tampak panik berhamburan menjauh dari dari benda yang berpotensi roboh.

Begitu juga di Komplek Pondok Ungu Permai, tampak atap dari genting berjatuhan. Di Kaliabang Bekasi Utara, saking kencangnya angin membawa material sampah dan membuat warga di sana panik.