MRI-ACT Berikan Bantuan untuk Korban Terdampak Banjir dan Longsor Kebumen

Kebumen, relawan.id – Banjir dan longsor melanda Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Puluhan desa terendam banjir sehingga ratusan warga sempat mengungsi dan 30 ekor kambing dilaporkan mati.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kebumen sejak Ahad (25/10/2020) sore hingga Senin (26/10) pagi mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Kebumen, sedikitnya 25 desa di tujuh kecamatan terendam banjir karena beberapa sungai yang ada di Kebumen meluap.

“Ketinggian air antara 30 cm hingga 1,6 meter karena beberapa aliran sungai meluap antara lain Sungai Lesung, Luk Ulo, Kedungbener, Karanganyar, Kemit, Telomoyo, dan Sungai Jatinegara,” kata Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto, Senin (26/10/2020).

Akibat banjir tersebut, ratusan warga sempat diungsikan ke tempat yang lebih aman. Namun karena banjir sudah surut, saat ini warga sudah dikembalikan ke rumah masing-masing.

“Saat ini sudah surut, pengungsian di Desa Sidobunder, Madureja dan Krakal Alian sudah kembali ke rumah masing-masing untuk melaksanakan pembersihan. Apabila air kembali naik maka akan kembali ke titik pengungsian lagi,” imbuhnya.

Selain dilanda banjir, tanah longsor juga terjadi di sejumlah titik dan mengakibatkan beberapa rumah rusak serta menutup akses jalan desa dan kecamatan. Sedikitnya 24 titik longsor dilaporkan ke BPBD Kebumen. Hingga saat ini, petugas masih menangani wilayah terdampak banjir dan tanah longsor.

Sebagai langkah tanggap darurat atas terjadinya banjir, Masyarakat Relawan Indonesia dan ACT Purwokerto mulai menerjunkan tim ke titik-titik terdampak banjir. “Saat ini kami akan menerjunkan tim terlebih dahulu menuju Kebumen, karena kabarnya titik di sana terdampak cukup parah. Jika waktunya tepat, hari ini kita juga akan menuju ke Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap,” jelas Kepala Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Purwokerto, Rama Fardiansyah.

Selain untuk asesmen dan evakuasi, tim juga akan mendistribusikan sejumlah bantuan darurat kepada warga terdampak. “Bersama tim juga sudah ada bantuan sembako untuk para korban banjir. Sementara ini bantuan yang kita berikan adalah bantuan stimulant dan bila mendesak, kita akan usahakan untuk bantuan-bantuan selanjutnya,” kata Rama.

Sementara itu, salah satu warga Desa Krakal, Kecamatan Alian, Yuswanto (40), menuturkan kambingnya mati akibat terendam banjir setelah tanggul Sungai Kedung Bener jebol. Dia mengaku hanya bisa pasrah sembari berharap agar tanggul yang rusak itu segera diperbaiki.

“Ya hujan deras terus tanggul sungai jebol airnya merendam sini termasuk kandang. Kambing saya mati 16, warga lain juga ada yang kambingnya mati, total ada sekitar 30 kambing warga yang mati. Semoga tanggulnya cepat diperbaiki,” ucap Yuswanto.