ACT Bantu Korban Terdampak Gempa Turki

Bornova, relawan.id – Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response – Aksi Cepat Tanggap tiba di  Distrik Bornova, Provinsi Izmir, Sabtu (31/10). Melaporkan langsung dari salah satu lokasi terdampak gempa cukup parah, Firdaus mengatakan, saat ini Aksi Cepat Tanggap telah hadir menyediakan bantuan pendukung untuk tim evakuasi yang bertugas.

“Saat ini kami sudah berada di depan Apartemen Riza Bey, Bornova, Izmir. Sampai sekarang (Sabtu malam waktu Izmir)  masih ada 18 orang di bawah reruntuhan.  Tim Aksi Cepat Tanggap dan mitra lokal saat ini telah mendirikan tenda tepat di depan reruntuhan bangunan untuk menyediakan makanan ringan, teh hangat, minuman, cairan disinfektan, masker, dan sebagainya untuk tim  SAR, tim medis, polisi, dan tim gabungan yang bertugas di areal Apartemen Riza Bey,” lapor Firdaus.

Malam itu, suhu udara di Izmir sekitar 11 derajat Celsius. Tim evakuasi pun terus bergerak mencari para korban. Per Sabtu, badan penanggulangan bencana Turki, AFAD, melaporkan sedikitnya 25 orang meninggal dunia karena gempa M7,0 yang mengguncang Izmir dan Yunani, Jumat (30/10) siang. Korban jiwa diperkirakan akan meningkat.

Dilansir dari The Guardian, Walikota Izmir mengatakan, setidaknya 20 bangunan runtuh di kota itu. Izmir, kota terbesar ketiga di Turki, adalah rumah bagi 4,5 juta orang dan berfungsi sebagai pintu gerbang ke beberapa resor liburan.

Pada Minggu kemarin, Badan Kepresidenan Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) mencatat jumlah korban tewas di provinsi Izmir menjadi 73 orang. Badan tersebut mengatakan 961 orang terluka di Turki, dengan lebih dari 220 orang masih dirawat.

Gempa tersebut berpusat di Laut Aegea di timur laut Pulau Samos, Yunani. Gempa juga menewaskan dua remaja di Samos dan melukai 19 orang lainnya di pulau itu.

Ada beberapa perdebatan tentang besarnya gempa tersebut. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) merekam gempa itu sebesar memiliki magnitudo 7,0. Sedangkan Institut Kandili Istanbul menyebut gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,9.

Sementara AFAD mengatakan mereka mengukur gempa sebesar magnitudo 6,6.

Gempa itu memicu tsunami kecil yang melanda Samos dan distrik Seferihisar di Izmir, serta menenggelamkan seorang wanita lanjut usia. Guncangan dirasakan di seluruh kawasan barat Turki, termasuk di Istanbul dan di ibu kota Yunani, Athena. Kemudian diikuti ratusan gempa susulan.

Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay, mengatakan 26 bangunan yang rusak parah di Izmir akan dihancurkan karena bisa membahayakan penduduk.

“Bukan gempa bumi yang membunuh, tapi bangunan,” ujarnya.

AFAD mengatakan hampir 6.400 personel telah dikerahkan untuk melakukan upaya penyelamatan. Sementara ratusan personel lainnya diturunkan untuk mendistribusikan makanan, bantuan darurat, dan pengendalian kerusakan gedung.

Gempa itu terjadi ketika Turki sedang berjuang menghadapi kelesuan ekonomi dan pandemi virus corona. Sejauh ini, Turki memiliki lebih dari 10 ribu kematian yang dikonfirmasi akibat Covid-19, tapi beberapa ahli menuduh pemerintah menyembunyikan dampak sebenarnya dari virus tersebut.