Global Wakaf Hadirkan Produk Terbaik untuk Masyarakat Selama Pandemi

Jakarta, relawan.id – Sudah lebih dari setengah tahun pandemi Covid-19 mengepung Nusantara. Virus ini tak hanya mengancam nyawa lewat kesehatan saja, tapi juga meluas ke berbagai sektor. Pendidikan, transportasi, industri hingga ekonomi mengalami kemerosotam. Baik pelaku hingga masyarakat umum merasakan dampaknya, kehidupan sepenuhnya berubah. Berbagai upaya pun diikhtiarkan demi mengambalikan kondisi seperti sediakala. Khusus ekonomi, pemerintah hingga pihak swasta turut memberikan kontribusi agar salah satu sektor vital ini tak terus mengalami kemunduran yang bisa menghadirkan dampak yang lebih luas lagi.

Sebagai lembaga kemanusiaan yang tak hanya menangani bencana alam, Aksi Cepat Tanggap bersama Global Wakaf juga berikhtiar menghadirkan yang terbaik untuk masyarakat selama pandemi. Menggunakan dana wakaf masyarakat yang dihimpun, Global Wakaf-ACT meluncurkan berbagai produk dan program. Bahkan, baru-baru ini yang kemudian yang menjadi perhatian ialah modal usaha serta pendampingan yang diberikan kepada pelaku usaha melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro.

Dari data yang dihimpun Global Wakaf-ACT, sejak 21 Agustus – 7 November, modal usaha beserta pendampingan telah diterima oleh lebih dari 1.100 pelaku usaha. Mereka datang dengan berbagai macam usaha, mulai dari pengolahan pangan, distribusi pangan, hingga yang terbanyak ialah produsen pangan. Pelaku usaha ini tersebar di 44 kota/kabupaten di 22 provinsi di seantero Indonesia.

“Usaha-usaha ini dimodali dana wakaf yang Global Wakaf himpun. Mungkin banyak yang bertanya, berarti nanti dana wakaf akan habis nilai pokoknya jika diberikan sebagai modal? Jawabannya, Global Wakaf akan menjaga nilai pokok dana tersebut melalui para pendamping usaha,” jelas Wahyu Nur Alim dari tim Global Wakaf-ACT, Selasa (10/11).

Selain Wakaf Modal Usaha Mikro, dana wakaf yang Global Wakaf kelola juga dimanfaatkan untuk sektor-sektor produktif seperti program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI). Dari program ini, dana wakaf digulirkan sebagai permodalan produsen pangan, petani khususnya, serta pendampingan. Selama November ini saja, pembentukan kelembagaan kelompok MPPI telah terbangun di 7 desa dengan anggota sebanyak 303 petani. Hadirnya program ini merupakan wujud nyata kebermanfaatan wakaf yang terus mengalir dan menghidupkan.

Dana wakaf yang dikucurkan untuk para produsen pangan ini, tak sedikit dari hasil panen mereka yang mendukung aksi-aksi kemanusiaan ACT serta Global Wakaf. Sebut saja program Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia serta Beras untuk Santri Indonesia yang menyalurkan Beras Wakaf. Dalam periode 19 Maret-7 November 2020, telah terdistribusi sekitar 250.000 kilogram beras wakaf untuk masyarakat prasejahtera di 57 kota/kabupaten. Sedangkan lebih dari 23 ribu kilogram Beras Wakaf sudah diterima oleh pesantre-pesantren prasejahtera se-Nusantara.

“Untuk program Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia dan Beras untuk Santri Indonesia saja, penerima manfaatnya sudah menyentuh angka lebih dari 225 ribu jiwa, dan ini akan terus bertambah seiring implementasi yang terus berlangsung,” jelas Danu Putra Anugrah dari Tim Global Wakaf-ACT, Selasa (10/11).

Di sektor pangan, kebermanfaatan dana wakaf yang Global Wakaf-ACT himpun tak sekadar beras. Masih dalam produk pokok lainnya, yaitu air minum, ada Air Minum Wakaf sebagai produk kebaikan yang bisa masyarakat nikmati secara gratis. Masjid-masjid, pesantren, mandrasah hingga tempat umum lainnya bisa ditemui produk ini.

Masih urusan air, Global Wakaf-ACT juga memiliki produk dari kebermanfaatan dana zakat lainnya, yaitu Sumur Wakaf, baik untuk kalangan keluarga, publik, hingga pertanian. Wilayah-wilayah kering menjadi target utama pembangunan sumur ini. Sebut saja Gunungkidul. Kabupaten di selatan Jawa ini memiliki permasalahan yang telah turun-temurun, yaitu kekeringan. Nyaris setiap kemarau, warganya harus merasakan krisis air. Tanahnya yang dipenuhi dengan bebatuan karst menjadikan sulit untuk menemukan titik yang tepat untuk mendapatkan air, dan jika pun ada, kedalaman sumur bisa mencapai puluhan bahkan ratusan meter.

Danu menambahkan, semua produk dan program yang Global Wakaf jalankan dan sajikan ke masyarakat tidak lepas dari peran wakif. Mereka inilah yang mengambil salah satu peran untuk menghidupkan perekonomian umat. Bisa terus melanjutkan dan meluaskan manfaat wakaf kini menjadi harapan besar. “Wakaf menjadi bagian dari ibadah sekaligus ikhtiar bersama untuk meningkatkan perekonomian umat lewat sektor produktif. Global Wakaf mengajak seluruh elemen bangsa bisa berkontribusi dalam kegiatan baik ini,” ajak Danu.