Wakaf, Pahala Abadi Tabungan Akhirat

Jakarta, relawan.id – Urgensitas wakaf bisa diketahui dari luasnya manfaat yang mungkin dijangkau harta benda wakaf untuk masyarakat. Luasnya manfaat wakaf didukung oleh satu unsur penting di dalam wakaf yang tidak ditemukan di ibadah maliah (ibadah harta) lainnya selain wakaf, yaitu: keabadian harta benda wakaf. 

Unsur keabadian harta wakaf merupakan pokok yang sangat penting dan menjadi diferensiasi dari philantropi Islam lainnya.

Harta benda wakaf harus dipelihara dari kerusakan, tidak boleh diperjualbelikan, tidak boleh dihibahkan, dan semua tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan wakaf.

Dengan unsur keabadian harta benda wakaf ini, wakaf menjadi sangat seksi karena ia tidak pernah mati. Dengan wakaf, pahala akan terus mengalir selamanya, manfaatnya terus bisa dirasakan selamanya, harta benda wakaf harus dijaga dan dirawat sedemikian rupa agar tetap kekal selamanya, dan bisa diproduktifkan sesuai perkembangan dan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Wakaf merupakan ibadah harta (ibadah maliyah). Seseorang yang berwakaf berarti mengeluarkan harta bendanya sebagai bentuk ibadah. Sebagai sebuah ibadah, wakaf dijanjikan pahala bagi pelakunya. Yang spesial dari wakaf, pahala yang dijanjikan bukan sekali putus, melainkan terus mengalir abadi tanpa pernah mengenal kata henti.

Salah satu amal perbuatan yang merupakan sumber pahala yang tiada putus meskipun orang sudah meninggal adalah wakaf. Pahala harta benda yang diwakafkan terus mengalir sekalipun orang yang berwakaf telah meninggal. Ini adalah salah satu keistimewaan wakaf.

Jika ditelisiki, ibadah shalat, misalnya. Seorang yang rajin shalat, pahala shalatnya akan putus setelah dia mati. Pahala zakat juga putus setelah zakatnya habis dikonsumsi. Hampir semua pahala akan terputus sesaat setelah ibadah itu dilakasanakan. Namun tidak dengan harta benda wakaf. Pahala ibadah harta benda itu tidak mengalir melewati batas kematian kecuali wakaf.

Seandainya wakif (orang yang berwakaf) meninggal dalam usia 63 tahun, kemudian harta benda yang diwakafkan terus dimanfaatkan atau diproduktifkan selama 1.000 tahun, maka wakif akan tetap memperoleh pahala selama 1.000 tahun itu. Sedangkan harta benda wakaf adalah harta benda abadi. Di saat orang lain yang sudah meninggal di dalam kubur hanya menunggu datangnya kiamat tanpa memperoleh apa-apa, wakif terus tetap memperoleh aliran pahala dari harta benda wakafnya di bumi, dengan rahmat Allah SWT.

Jadi, harta benda wakaf merupakan aset penting untuk kehidupan akhirat. Kehidupan setelah meninggal. Selain berguna bagi wakif yang telah meninggal, harta benda wakaf juga berguna bagi yang masih hidup (mauquf ‘alaih/orang yang mendapatkan manfaat dari harta benda wakaf yang dikelola).

Wakaf adalah sumber pahala yang abadi. Keistimewaan harta benda wakaf di antara harta-harta benda lainnya adalah bahwa harta benda wakaf itu harus abadi, tidak boleh dijualbelikan, tidak boleh dihibahkan, tidak boleh diwariskan, tidak boleh rusak, dan tidak boleh dihilangkan. Karena itu, mudah sekali dibayangkan mengapa harta benda wakaf itu merupakan sumber pahala yang terus mengalir tanpa henti dan abadi.

Berwakaf sekali, berpahala berkali-kali. Wakaf sekali, untungnya berkali-kali. Dengan hanya satu kali wakaf, pahala akan terus mengalir tanpa pernah mengenal kata berhenti. Karena harta benda wakaf harus tetap utuh dan kekal. Oleh karenanya, harta benda wakaf harus dikelola secara produktif dan profesional agar manfaatnya bisa ditebar seluas mungkin. Semakin luas jangkauan manfaat wakaf, semakin banyak pahala yang dipanen.

Beruntungnya, pahala wakaf ini terus berlanjut bahkan hingga si wakif sudah wafat. Artinya, sekalipun si wakif telah lama wafat, dia akan tetap memperoleh aliran pahala wakaf tanpa putus-putus.

Bayangkan, jika berwakaf sekali saja, berpahala berkali-kali, bagaimana jika kita berkali-kali berwakaf. Betapa banyak anugerah yang Allah SWT limpahkan kepada orang-orang yang mengeluarkan harta benda ikhlas karena-Nya.

Yuk, sedekah di hari terbaik via tautan: relawan.indonesiadermawan.id/mariberwakaftunai atau transfer via rekening Global Wakaf (MRI Pusat-GW) BNI Syariah: 8262000000685588