Banjir Rendam Ratusan Rumah di Lebak Banten

Pandeglang, relawan.id – Selain kota-kota di Jawa Tengah, Sumatra Utara dan Aceh, kini beberapa kota/kabupaten di Provinsi Banten juga dilanda banjir. Hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang cukup lama memicu bencana ini. Wilayah yang cukup parah terdampak banjir ialah Kabupaten Lebak serta Pandeglang. 

Akibatnya, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian yang beragam, bahkan ada yang mencapai atap, serta ribuan jiwa terpaksa menjadi korban.

Salah satu titik yang terendam banjir ada di Kampung Tajur, Desa Idaman, Kecamatan Patia, Pandeglang. Banjir di perkampungan ini berasal dari sungai Cilemer yang tak mampu menampung debit air yang cukup banyak akibat guyuran hujan deras. Akibatnya, selain permukiman penduduk yang tergenang air hingga ke atap, area persawahan warga juga terendam banjir.

“Area persawahan tergenang air dan mungkin akan berpengaruh pada hasilnya nanti, sedangkan mayoritas pekerjaan warga sektiar ini sebagai petani. Transportasi juga berhenti total, sehingga aktivitas warga sepenuhnya lumpuh,” ungkap Sukma Jayalaksana dari Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banten, Selasa (8/12).

Hingga Senin (7/12) malam kemarin, banjir terpantau masih menggenangi permukiman warga. Berdasarkan data yang dihimpun, banjir menjelang akhir tahun ini menggenangi hingga 10 kecamatan dan dirasakan oleh lebih 16 ribu jiwa warga Pandeglang. Harapannya, cuaca bisa bersahabat agar banjir dapat segera surut.

Merespons bencana ini, MRI-ACT bergerak cepat dengan mengirimkan tim awalan untuk membantu warga sekaligus asesmen guna menghimpun data serta kebutuhan  warga terdampak. Selain itu, bertempat di Kampung Tajur, Desa Idaman, Patia, ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia mengirimkan bantuan pangan berupa beras ke warga korban banjir.

“Kini pangan menjadi kebutuhan yang paling mendesak, khususnya makanan siap santap. Selain itu pakaian, selimut, matras, alat kebersihan, alat penerangan serta perahu karet dan kendaraan khusus sangat dibutuhkan untuk membantu warga menyelematkan diri ke tempat yang lebih aman,” tambah Sukma.