MRI Sragen dan ACT Solo Salurkan Bantuan di TPPS Tlogolele

Sragen, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sragen bersama ACT Solo menyalurkan bantuan logistik dan psikososial di Tempat Penampungan Pengungsian Sementara (TPPS) Tlogolele, Dusun Sumberejo, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Tercatat kurang lebih 180 pengungsi yang menempati Posko Merapi Desa Tlogolele. Mereka berasal dari empat dusun yang berjarak 3-5 kilometer dari puncak Merapi. Empat dusun tersebut diantaranya Dusun Stabelan, Dusun Takeran, Dusun Belang dan Dusun Gumuk.

Relawan MRI Sragen, Wonda mengatakan, para pengungsi mayoritas adalah lansia dan anak-anak yang ditempatkan di sebuah gedung seperti aula dan di dalamnya dibuat dengan sistem sekat berukuran sekitar 2 x 2 meter.

“Di TPPS terdapat beberapa tempat fasilitas umum yang diperuntukkan bagi para pengungsi, diantaranya seperti gedung yang digunakan untuk menginap, dapur umum, posko kesehatan, ruang logistik, kamar mandi, mushola, tenda umum, dan tenda polisi atau keamanan,” ujarnya.

Selain itu, bantuan logistik dan sembako ini merupakan amanah dari teman-teman Sragen Peduli Bangsa. Bantuan ini berupa beras, kopi, minyak, susu, sabun, tikar, masker, dan beberapa makanan ringan untuk anak-anak.

“Para relawan membantu kegiatan pengungsi, mulai dari pagi hari yaitu memasak di dapur umum, membantu bersih-bersih dan ada juga yang bermain dengan anak-anak (psikososial). Anak-anak di sana sangat antusias ketika ada teman bermain, tak hanya itu kondisi anak-anak di sana sangat memprihatinkan, kurangnya pendidikan serta kurangnya menjaga kesehatan sehingga banyak anak-anak yang terkena penyakit kulit. Alhamdulillah sudah ada penanganan dari pihak posko dengan memberi obat serta melakukan kegiatan bersih-bersih tiap paginya,” ungkapnya.

Selain itu, saat tim akan berpamitan anak-anak dan orang tua sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan untu para korban terdampak.

“Matur nuwun nggih mas, bantuan sembako kalihan sampun ngehibur bocah-bocah, warga menika remen sanget menawi wau pas bocah-bocah diajari nyanyi sholawatan, diajari doa lan sakpinunggale. Mugi-mugi dados amal jariyah e panjenengan saha rencang-rencang nggih mas,”ucap dari Ibu Waginem.