Siaga Bencana Banjir, MRI-ACT Jaktim Mengadakan Pelatihan Water Rescue di Situ Gintung

Jakarta, relawan.id – Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jakarta Timur, menyelenggarakan Pelatihan Water Rescue atau teknik penyelamatan air dalam menghadapi potensi bencana banjir, Sabtu (19/12/2020). 

Pelatihan WaterRescueini berlokasi di Situ Gintung, Ciputat yang diikuti sebanyak 47 orang peserta.

Pelatihan ini dilakukan mengingat kecelakaan dalam air sangat sering terjadi baik dari hal terkecil seperti kram, kelelahan bahkan hingga kematian. Untuk menghadapi kecelakaan tersebut, para relawan harus mengetahui dasar-dasar penyelamatan di air, pengenalan alat-alat keselamatan, teknik menyelamatkan korban saat terjadi bencana, dan juga teknik membawa korban dan lain-lain.

Sebelum melakukan Pelatihan Water Rescue,instruktur memberikan materi informasi mengenai nama peralatan dan juga kegunaan alat untuk penyelamatan. Peralatan tersebut terdiri dari pelampung, helm, dayung, tali, serta perahu. Setelah pengenalan peralatan, latihan pun dimulai. Setiap perahu diisi oleh enam hingga tujuh penumpang, kemudian upaya penyelamatan korban dilakukan secara bergantian.

“Nama benda ini Pelampung(Life Jacket),pada umumnya berfungsi untuk mengapung di dalam air, kemudian ini ada helm, yang berfungsi untuk melindungi kepala kita saat mengevakuasi korban. Kemudian, dayung berfungsi untuk memacu laju ketika akan menyelamatkan korban. Di dalam Throwing bagterdapat tali dan tas untuk wadah tali yang  berfungsi untuk media dalam mengevakuasi korban tenggelam, serta perahu,” jelas Instruktur water rescue, Wurry.

“Pada pelatihan ini, setiap penumpang akan berperan sebagai korban yang harus diselamatkan. Kesigapan pun dilatih, karena ketika kita berniat menyelamatkan korban, kita sudah memberikan korban satu harapan untuk hidup, sebab jika 20% saja paru-parunya telah terisi dengan air, maka, penyelamat sudah menghilangkan kesempatan nyawa seseorang tersebut,” tambahnya. 

Instruktur juga memberikan pengetahuan mengenai bagaimana cara mendayung dan menggunakan perahu secara baik, dan benar.

Salah seorang pemateri DERM-ACT mengatakan, kegiatan Pelatihan diselenggarakan dalam rangka penguatan untuk  menghadapi bencana, khususnya yang berkaitan dengan Water Rescue. Peserta pelatihan juga akan diberikan cara-cara melakukan pertolongan saat terjadi kecelakaan di air, serta mengantisipasi kemungkinan yang terjadi, sehingga dapat meningkatkan kesigapan penanganan bencana oleh relawan.

Disaster Emergency and Relief Management (DERM)-ACT juga memberikan informasi mengenai bagaimana cara teknik penyelamatan korban menggunakan tali. Cara pemakaian throwing bag (berisi tali) adalah dengan di lempar sehingga tali yang berada pada bagterreliase dan ditangkap oleh korban, pemakaian pada throwing bagdengan ikatan simpul 8 yang di ikatkan pada pergelangan tangan agar tidak lepas

“Ketika kita akan melakukan penyelamatan air dengan menggunakan tali, kita harus memastikan kontak kita dengan korban yang akan diselamatkan, ketika kontak kita dengan korban kuat, maka korban akan mudah meraih tali penyelamatan yang kita alurkan, sehingga kita bisa segera menyelamatkan korban,” jelas Instruksi (DERM)-ACT.

Dalam Pelatihan Water Rescueini peserta mendapatkan banyak ilmu baru, juga pengalaman yang mengesankan. Mulai dari teknik menggunakan alat penyelamatan korban, kemudian bagaimana cara mendayung perahu, serta bagaimana caranya menyelamatkan korban dari dalam air hingga sampai ke daratan. Semoga relawan-relawan tangguh yang mengikuti pelatihan tersebut bisa lebih siaga dan siap dalam melakukan penyelamatan di air.