Begini Cara Mudah Investasi untuk Akhirat

Jakarta, relawan.id – Investasi merupakan persiapan seseorang untuk jangka waktu yang sangat panjang dan menguntungkan. Seseorang yang melakukan investasi tentu memiliki sesuatu yang berlebih pada dirinya, baik berupa harta, modal atau keahlian. Dalam dunia bisnis investor mempunyai peranan yang sangat menentukan terhadap kelangsungan usaha. 

Demikian pula sebuah negara berkembang akan memiliki ketergantungan kepada investor asing untuk menginvestasikan modalnya dalam mendongkrak dunia bisnis dan perbaikan ekonomi. Alhasil prinsip investasi akhirnya akan terjadi peningkatan tambahan atas modal dan keuntungan yang besar pada waktu yang akan datang.

Dalam pandangan Islam ada dua model investasi yang harus dimiliki oleh setiap Muslim, yaitu investasi dunia dan investasi akhirat. Untuk investasi dunia, seorang Muslim berusaha mempersiapkan perbaikan dan peningkatan kesejahteraan diri dan keluarganya. Pada jangka waktu tertentu investasi dunia biasanya diwujudkan dengan menyimpan uang dalam bentuk tabungan, deposito, saham. Atau mengalihkan kelebihan dananya menjadi tanah, rumah, kendaraan atau perhiasan berharga.

Berapapun banyak dan apa pun modelnya, investasi dunia yang dimiliki seseorang tidak bertahan lama dan abadi. Masa kepemilikan investasi disesuaikan dengan waktu hidupnya di dunia. Ketika kematian itu datang, maka harta kekayaan yang diinvestasikan semasa hidupnya akan berubah menjadi harta warisan. Secara otomatis akan beralih kepemilikan dan haknya kepada ahli waris. Sayang, jika orientasi manusia hanya menumpuk harta dengan memperbanyak investasi dunia tanpa berpikir perjalanan akhirat yang jauh lebih kekal dan abadi. Firman Allah dalam Al-Quran surat Adh Dhuha 4: “Dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (dunia).”

Rasulullah SAW memberikan kiat jitu untuk umatnya bahwa kematian bukanlah akhir dari sebuah investasi. Bahkan kematian bagi seorang investor akhirat merupakan petikan keuntungan dan laba dari investasinya di dunia. Pahala yang berkepanjangan dan terus mengalir menjadi buah dari kelebihannya hartanya di dunia.

Ada 3 jenis amalan yang akan terus mengalir pahalanya meski seseorang sudah meninggal dunia. Ketiga amalan itu ialah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta doa anak shaleh. Hal ini sebagaimana di jelaskan hadis Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim.

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim).

Berikut penjelasan ketiga perkara yang amalannya tetap mengalir ke alam kubur.

1. Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah merupakan sedekah yang diniatkan semata-mata untuk kebaikan. Nantinya, kebaikan tersebut masih bisa bermanfaat meski orang yang memberi sudah meninggal. 

Beberapa contoh yang termasuk ke dalam sedekah jariyah seperti membangun masjid, menyediakan perlengkapan shalat di masjid, mewakafkan tanah untuk jalan, atau sejenisnya.

Pahala sedekah jariyah bisa terus mengalir sampai ke alam kubur. Hal inilah yang membuat Nabi Muhammad sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sedekah jariyah.

2. Ilmu yang bermanfaat

Ilmu yang baik bisa menjadi ladang pahala yang berlipat ganda. Semisal saja, seorang muslim mengajarkan ilmu kepada muslim lainnya, kemudian ilmu tersebut diamalkan orang itu, serta diajarkan kepada orang lainnya, dan terus menerus sampai ilmu bermanfaat bagi orang banyak. Maka, orang yang turut mengamalkan dan mengajarkan akan mendapat pahala terus menerus hingga ke liang lahat.

3. Anak shaleh yang mendoakan orangtua

Doa anak shaleh bisa menjadi amal baik bagi orangtua yang telah meninggal dunia. Hal ini yang membuat orangtua selama masih hidup dituntut mendidik seorang anak agar menjadi anak yang shaleh.

Itu dia 3 amalan yang pahalanya akan terus mengalir hingga meninggal dunia.

Salurkan wakaf terbaik Anda via tautan: relawan.indonesiadermawan.id/mariberwakaftunai atau transfer via rekening Global Wakaf (MRI Pusat-GW) BNI Syariah: 8262000000685588