ACT Siapkan Kapal Kemanusiaan untuk Bencana Alam

Jakarta, relawan.id – Mengawali tahun 2021 rentetan musibah dan bencana alam melanda Indonesia. Bencana dan musibah tersebut datang silih berganti serta menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Dari mulai jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Jakarta, banjir di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat, hingga gunung meletus di Jawa Timur. 

Merespon hal itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mengirimkan kapal kemanusiaan untuk daerah-daerah yang kini sedang mengalami bencana, rencananya akan dikirimkan dari tiga titik. Titik pertama adalah Tanjung Priuk, sebagaimana tempat ini pernah menjadi tempat pengiriman logistik untuk Lombok, Nusa Tenggara Barat, saat itu pengiriman 1000 ton dengan menggunakan kapal TNI AL dari Kolinlamil Tanjung Priuk. Yang kedua akan diberangkatkan dari Tanjung Perak, Jawa Timur, dan yang ketiga akan diberangkatkan dari Sumatera. Saat itu bantuan dikirimkan dari Medan untuk Somalia.

“Insya Allah kapal kemanusiaan akan diberangkatkan 14 hari kedepan, sekarang sudah tanggal 18 Januari, mungkin akhir bulan Januari akan kami kirimkan atau awal Februari, kapal kemanusiaan diberangkatkan,” ujar Presiden ACT, Ibnu Khajar di Menara 165, Senin (18/1/2021).

Selain itu, Ibnu Khajar mengatakan semua armada kemanusiaan ACT sudah diberangkatkan semua untuk membantu para korban terdampak bencana, seperti Food Truck, Mobil Ranger, Mobil Logistik, Water Truck dan Ambulance. “Semua armada kemanusiaan ACT sudah diberangkatkan pertama Food Truck. Alhamdulillah kami dibantu Kalla Lines untuk pemberangkatan Food Truck. Kedua mobil-mobil ranger kami, untuk proses evakuasi, ketiga mobil logistik kita berangkatkan untuk memudahkan proses distribusi bantuan, keempat water truck kami berangkatkan, biasanya orang menduga karena banjir tidak membutuhkan air bersih, dalam kondisi banjir tetap dibutuhkan air bersih sebagaimana dalam kondisi kekeringan dibutuhkan air bersih, berikutnya ambulance. Ambulance kami semuanya sedang di semua tiitk bencana,” ungkapnya.

“Kita bersyukur ambulance kita free hospital, tidak hanya bisa melayani di lapangan tapi juga bisa digunakan operasi-operasi kecil di dalam mobil, karena cukup lengkap mobil ambulance kita. Jadi semua kendaraan kemanusiaan ACT sedang ada di lapangan. Tentu armada kami tidak bisa menjangkau semua titik karena masih terbatas,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Ibnu menjelaskan, untuk membantu para korban terdampak tentunya harus memiliki relawan-relawan yang tangguh, yang siap diterjunkan kapan pun, oleh karena itu sebelum relawan diterjunkan, relawan ini dilatih terlebih dahulu dan di briefing. Ada beberapa relawan yang diterjunkan, yaitu; relawan medis, mengingat saat bencana kebutuhan medis sangat dibutuhkan. Selain relawan medis ada juga relawan relief atau pengelolaan logistik, relawan ini untuk mengelola logistik agar tida ada yang rusak atau logistik yang expired.

“Yang berikutnya adalah relawan yang bisa kami gunakan adalah relawan untuk trauma healing, untuk relawan trauma healing kami siapkan dilapangan. Juga biasanya kami siapkan relawan untuk para dai untuk memberikan spirtual dilapangan, membackup masyarakat untuk tetap menjaga spiritualnya. Insya Allah relawan-relawan sebelum berangkat kami ada briefing di kantor pusat, Jakarta, atau di kantor-kantor cabang masing-masing, Jawa timur, Sumatera untuk memastikan semua relawan disiapkan, keahliannya, mentalnya, pengetahuannya, bahkan kemungkinan kami ingatkan untuk kesiapan mengikuti protokol kesehatan karena sekarang sedang pandemi Covid-19,” jelasnya.

Tidak lupa, Ibnu mengajak lapisan masyarakat, seperti masjid-masjid, sekolah-sekolah, para pengusaha, semua dermawan-dermawan untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang kini sedang mengalami bencana alam melalui indonesiadermawan.id.