ACT Kirimkan Bantuan untuk Pesantren Nurul Hidayah

Kalsel, relawan.id – Sejumlah 120.416 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Banjar. Jumlah tersebut paling banyak dibandingkan 10 kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun berikhtiar menyampaikan bantuan logistik ke Desa Lok Baintan, salah satu desa terisolir di Kabupaten Banjar, Kecamatan Sungai Tabuk, Selasa (19/1/2021). Bantuan pangan memenuhi satu perahu menuju Pesantren Nurul Hidayah. Tim Tanggap Darurat ACT harus menggunakan perahu menyusuri Sungai Martapura dalam mengantarkan bantuan tersebut.

Komandan Tim Tanggap Darurat ACT Kusmayadi melaporkan, jalur sungai dipilih sebab keadaan lebih memadai. “Bantuan logistik ini akan mendukung dapur umum dan menyediakan pangan bagi penyintas banjir,” kata Kusmayadi. 

Pesantren Nurul Hidayah telah menjadi tempat bernaung hingga 200 jiwa selama lima hari. Mereka mendiami lantai dua pondok karena lantai bawah bangunan masih digenangi air setinggi dada orang dewasa.

Sejauh ini, ACT sudah membuka 11 posko wilayah untuk menangani banjir di Kalimantan Selatan, Kusmayadi menerangkan, di setiap posko wilayah, juga terdapat dapur umum untuk menyediakan pangan pengungsi.

Per Selasa, Pusat Pelayanan Informasi dan Kehumasan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan lebih dari 336 ribu jiwa terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. Warga terdampak paling banyak ada di Kabupaten Banjar, yakni 120 ribu jiwa, diikuti Kabupaten Sungai Hulu Tengah sejumlah 64.400, Kota Banjarmasin 51 ribu jiwa, sementara Kabupaten Tabalong paling sedikit terdampak dengan 770 jiwa.