Pemkot Subulussalam Sebut MRI Pejuang Seperti Dalam Medan Perang

Aceh, relawan.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Subulussalam menyatakan dukungan terhadap program-program kemanusiaan yang dilaksanakan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Subulussalam bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Subulussalam, H Affan Alfian Bintang dan Wakil Wali Kota Salmaza saat menerima kunjungan tim ACT Aceh, MRI Subulussalam, dan mitra ACT seperti BKMT, Taklim Amirah, KMPS, dan HNI- HPAI, Senin (18/1/2021).

Affan Alfian Bintang mengumpamakan MRI adalah pejuang seperti dalam medan perang demi 5 juta jiwa rakyat Aceh. 

“Relawan sangat penting untuk memberdayakan masyarakat dan memiliki kekuatan untuk mengubah sesuatu ke arah lebih baik,” terangnya.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Subulussalam, Salmaza.

Menurutnya, MRI menjadi pengingat kepada orang-orang untuk bersedekah kepada mereka yang membutuhkan.

“Saudara-saudara semua, yakinlah bahwa sedekah itu bisa menghindarkan kita dari musibah. Misalnya sebelum melakukan perjalanan kita bersedekah dulu,” imbau Salmaza.

Kepala Cabang ACT Aceh, Lisdayanti mengungkapkan, MRI Subulussalam merupakan salah satu MRI aktif dalam kegiatan kemanusiaan.

MRI Subulussalam menggerakan beragam elemen masyarakat guna berpartisipasi dalam isu kemanusiaan, salah satunya isu kemanusiaan di Palestina.

Ia menambahkan, pada Februari 2021, ACT akan membuka Kantor Cabang di Subulussalam agar semakin banyak orang terbantu.

“Ke depan diharapkan semakin banyak kolaborasi-kolaborasi kebaikan MRI-ACT dengan komunitas-komunitas di Subulussalam dalam tugas-tugas kemanusiaan,” lanjut Lisdayanti.

Dalam waktu dekat MRI Subulussalam bersama ACT Aceh akan mengirimkan bantuan logistik sebanyak dua truk dari hasil kedermawanan masyarakat Subulussalam untuk korban gempa di Sulawesi Barat. “Inilah bentuk kolaborasi aksi dalam waktu dekat ini,” imbuhnya.

Ketua MRI Subulussalam Al-Kausarni menuturkan, masyarakat Subulussalam antusias berpartisipasi dalam dunia kemanusiaan.

Bahkan, kalangan emak-emak ikut berpartisipasi aktif membantu masyarakat Subulussalam dan  kabupaten atau kota lain di Aceh, tingkat nasional, bahkan internasional. 

“MRI Subulussalam sudah ada sejak 2018. Dukungan dari berbagai elemen tentu dibutuhkan agar pergerakan kemanusiaan semakin masif,” pungkasnya.