MRI Kembali Kirimkan Relawan Menuju Sulbar dan Kalsel

Jakarta, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) kembali kirimkan relawannya untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan, seperti di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan. Relawan yang diberangkatkan akan bersamaan dengan Kapal Kemanusiaan.

Presiden Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Mustafa mengatakan akan kembali mengirimkan relawannya bersama kapal kemanusiaan, sebelumnya MRI juga sudah mengirimkan ratusan relawan untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat, dan bencana banjir di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu kita akan terus kirimkan relawan agar bisa terus membersamai para penyintas bencana, pasalnya di sana masih banyak kebutuhan yang harus terpenuhi, seperit medis, assessment recovery, aktivasi posko-posko, dan rescue.

“Kebutuhan yang masih diperlukan adalah, tim medis, assessment recovery, aktivasi posko-posko, karena kita di Sulbar sudah membuka 90 posko, itu posko lengkap dengan dapur umumnya, sehingga relawan harus lebih banyak. Keempat relawan yang bisa evakuasi, misalnya membersihkan rumah warga dari reruntuhan.  tapi kebanyakan kita butuh tim assessment karena kita akan membuka Integrated Community Shelter(ICS). ICS nantinya akan diberikan untuk masyarakat terdampak bencana,” tuturnya.

Mustafa menjelaskan, selama bencana alam di Mamuju dan Majene, relawan sudah membuka posko sebanyak 90 dan yang melakukannya hampir relalawan setempat. “Jadi begitu kita datang, relawan kita baru ada 20 orang, maka kita rekrut relawan lokal, anak-anak muda di Mamuju dan di Majene, kita ajak untuk aktif membantu saudara-saudara mereka. Saya lihat antusias mereka untuk membantu sangat besar dan kita setiap hari itu mendistribusikan bantuan. Dan apalagi di Majene itu ada kecamatan yang terisolir, untuk menuju lokasi tidak bisa menggunakan kendaraan darat, jadi relawan ini membawa logistik sekitar 10 km dengan berjalan kaki,”tukasnya.

Sementara itu, salah satu relawan MRI, Safri Alfiansyah mengatakan persiapan untuk berangkat menuju Sulawesi Barat yang terpenting adalah badan yang sehat. “Kesiapan dari kita yang terpenting badan yang sehat, karena kita akan menempuh perjalanan yang tidak sebentar sekitar 4-5 hari, jangan sampai kita yang tujuannya untuk membantu para pengungsi yang terdampak malah kita drop sampai di sana. Jangan pernah lelah untuk berbuat kebaikan, karena apa yang kita jalani atau perbuat itulah yang kita raih,” pungkasnya.