Hanyut Terbawa Banjir, Ini Harapan Warga Desa Alat untuk Bangun Musala

HST, relawan.id – Sebuah kotak amal sederhana berdiri di samping air sungai kecokelatan yang masih mengalir deras di Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Sempat berdiri sebuah langgar atau musala tempat warga biasa beribadah.

Kini langgar itu hanyut akibat banjir. Tersisa papan bertuliskan ‘Di sini Langgar Noor Hidayah, hilang dibawa banjir’. Tulisan tersebut merupakan ungkapan harapan dari warga untuk pembangunan kembali langgar mereka yang kini hilang.

“Kita-kita (warga) yang menulis ini. Supaya orang yang melihat tulisan ini dan melihat langgar ini hilang. Mudah-mudahan yang mengunjungi ada berpikiran untuk membangun langgar ini lagi. Sejak tahun 1975 sudah didirikan langgar ini. Dan kegunaannya di sini untuk tahlinan, maulid habsyi, ceramah agama, tablig akbar, dan segala kepentingan agama. Kami memerlukan langgar ini,” cerita Abdul Wahab (51), warga Desa Alat, Kamis (29/1/2021).

Kini tak ada lagi tempat mereka beribadah berjmaah. Untuk salat Jumat pun, mereka harus menyebrangi sungai besar yang membelah wilayah tersebut. Sementara untuk ibadah lainnya, warga terpaksa harus menjalaninya di rumah masing-masing.

Terpikir Ramadan yang segera datang, harapan mereka akan mendapat tempat ibadah baru semakin besar. “Karena 2 bulan setengah lagi bulan Ramadan. Jadi ke mana kami harus tarawihan? Kalau menyebrangi sungai ini aksesnya sulit. Kadang-kadang kalau air bah ini datang, banjir lagi, jembatan putus lagi. Jadi kami tidak bisa lewat,” ucap Abdul.

Oleh karena itu, Abdul juga ingin memantik kepedulian para dermawan untuk membantu mereka bangkit dari kesulitan yang mereka alami saat ini. Terutama untuk membangun kembali langgar mereka yang kini tiada.

“Jadi kami berharap kepada saudara-saudara sekalian di manapun berada, tolong kami minta pikirkan usaha untuk membangun langgar. Lokasinya sudah kami sediakan. Rencananya 24 x 24 meter punya orang lain. Dibeli dan bukan tanah hibah, itu pun belum dibayar. Tapi yang punya tanah merelakan saja. Silakan didirikan musala atau langgar dahulu,” kata Abdul.

Selain langgar Abdul mengatakan ada fasilitas lain yang habis diterjang banjir. Seperti rumah, gardu, pos kamling, dan jembatan. Di Kecamatan Hantakan sendiri, diperkirakan 100-150 unit rumah hanyut terbawa oleh banjir tersebut.