Relawan MRI-ACT Berikan Al-Quran untuk Nenek Diyang

Kalsel, relawan.id – Seperti ratusan ribu warga terdampak banjir lainnya, Nenek Diyang ikut mengungsi saat banjir yang merendam rumahnya di Desa Sambangan. Lansia ini mengungsi ke sebuah sekolah yang letaknya lebih tinggi. Ia tidak sempat menyelamatkan Al-Quran dan buku Yasin yang merupakan pemberian almarhum suaminya yang sudah meninggal dunia 17 tahun lalu.

“Al-Quran ini pemberian (warisan) almarhum suami saya,” kata Nenek Diyang sembari menunjukkan Al-Quran yang telah ia jemur pasca musibah banjir di rumahnya, Sabtu (30/1/2021).

Ia bercerita, mulanya Al-Quran ini ditaruh di lemari rumahnya. Saat musibah banjir melanda Desa Sambangan, ia berupaya mencari Al-Quran tersebut untuk diselamatkan. Namun, usahanya tak membuahkan hasil.

Hingga banjir berangsur surut di Desa Sambangan, Nenek Diyang lanjut mencari dan menemukan Al-Quran itu. Beruntung, ikhtiar nenek yang bekerja sebagai petani ini membuahkan hasil. Kendati beberapa lembar Al-Quran dan buku Yasin telah hanyut terbawa arus banjir.

“Pasca banjir bahkan saya mencarinya di luar rumah. Jika masih ada dan ditemukan, langsung dijemur,” imbuh nenek yang telah memiliki seorang cicit ini.

Kendati demikian, Nenek Diyang bersyukur sisa lembaran Al-Quran dan buku Yasin yang ditemukan masih terbaca. Dengan kondisi seperti ini, ia tetap bersyukur masih bisa menyelamatkan warisan almarhum suaminya ini.

Mendengar cerita Nenek Diyang, salah satu relawan MRI Kalimantan Selatan, Deny Erwin pun menyambangi kediaman Nenek Diyang. Dalam kunjungan itu, lima kitab Al-Quran diberikan untuk Nenek Diyang. 

“Begitu saya beri Al-Quran ini kepada beliau, langsung disambut dengan haru dan gembira. Berkali-kali kalimat syukur terucap dari mulut beliau,” kata Deny.

Selain Al-Quran, Nenek Diyang juga menerima seperangkat alat shalat. Seperti sejadah dan mukena. Ia langsung mengenakan mukena dan sajadah baru tersebut saat menunaikan shalat dzuhur.

“Tentunya kita berharap bantuan Al-Quran dan alat salat ini dapat bermanfaat untuk Nenek Diyang, yang tak patah semangat untuk beribadah kendati telah berusia lanjut,” pungkas Deny.