MRI-ACT Bawa Bantuan Logistik untuk Para Pengungsi di HST

Hulu Sungai Tanah, relawan.id – Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) kembali menjenguk pengungsian di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kali ini bantuan menyapa salah satu titik terparah, yakni di Desa Alat, pada Rabu (3/2/2021).

Dalam aksinya, Tim Tanggap Darurat ACT juga membawa sejumlah bantuan berupa logistik dan kebutuhan dasar. Selain itu, aksi lainnya juga dihadirkan seperti Humanity Medical Services dan dukungan psikososial untuk pengungsi anak-anak di lokasi.

“Sekarang ini kondisi warga cukup parah, sebab mereka belum mendapatkan tempat untuk tinggal. Karena tempat mereka masih menjadi bagian dari zona merah yang memang harus relokasi. Mereka harus tinggal di pengungsian seadanya, dan bekas-bekas gelondongan kayu belum dibereskan dan ini bisa menimbulkan masalah pada tahap selanjutnya,” ujar Koordinator Tim Tanggap Darurat ACT, Kusmayadi.

Selain Desa Alat, bantuan telah menjangkau 10 desa yang ada di Kecamatan Hantakan. Untuk selanjutnya, Tim Tanggap Darurat ACT juga berencana untuk mengupayakan distribusi air di desa-desa yang bermasalah dengan sanitasi.

“Karena permasalahan di lokasi bencana adalah terkontaminasinya air. Bahkan pada awal-awal masyarakat mau tidak mau menggunakan sungai yang kondisi airnya keruh untuk aktivitas MCK mereka. Ini yang kemudian akan kita carikan solusinya, agar kebutuhan air bersih terpenuhi terutama untuk makan dan minumnya. Karena kalau sudah makan minum tercemar, maka problem selanjutnya adalah timbulnya penyakit di masyarakat,” kata Kusmayadi.

Oleh karenanya, tim terus berikhtiar untuk membantu pemulihan para penyintas, termasuk dengan menjalankan Dapur Umum ACT. Dapur ini melayani para pengungsi sebanyak 3 kali sehari setiap harinya. Bantuan-bantuan ini disambut baik oleh warga termasuk salah satunya Rahmi, Ketua RT 04 Desa Alat.

“Kami banyak terima kasih karena telah membantu warga sini, apalagi dapur umum. Jadi warganya enggak perlu masak-masak (sendiri) lagi, masih adalah (makanan). Jadi kami mengucapkan terima kasih kepada ACT dan kawan-kawan yang telah banyak membantu di sini,” ujarnya.