Pemprov Sumbar Berikan Bantuan 150 Kilogram Rendang untuk Korban Terdampak Gempa Sulbar

Sumbar, relawan.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan 150 kilogram rendang kepada masyarakat di Provinsi Sulawesi Barat yang menjadi korban gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam rangka penanganan dan pemulihan usai bencana gempa bumi di daerah itu.

“Kami telah menerima bantuan dari Sumbar. Kita sangat bersyukur, karena pascagempa bumi banyak saudara-saudara kita dari provinsi luar Sulbar yang turut membantu meringankan derita yang dialami masyarakat Sulbar,” kata Ali Baal Masdar.

Bantuan 150 kilogram rendang itu diserahkan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit kepada Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar. Selain bantuan 150 kilogram rendang, Wakil Gubernur Sumatera Barat juga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 100 juta serta mengunjungi warga Minang yang ada di pengungsian.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyampaikan, mewakili pemerintah dan masyarakat Sumatera Barat, dirinya bersama rombongan hadir untuk membantu Provinsi Sulbar pascabencana alam gempa bumi 6,2 magnitudo.

“Kami datang untuk saudara kita di Sulawesi Barat, dengan membawa bantuan secara resmi dan bertahap yang selanjutnya akan dibagi oleh pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan juga dari perbankan Sumatera Barat juga secara langsung memberikan bantuannya kepada Pemerintah Sulbar,” kata Nasrul Abit.

Ia berharap, Sulbar dapat segera pulih dan masyarakat dapat beraktivitas kembali. Sementara, Sekertaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang telah memberikan bantuan berupa sumbangan dana serta beberapa kiatsesama daerah yang rawan gempa.

“Untuk penanganan permasalahan gempa, kita juga harus belajar dari Sumbar yang lebih dulu merasakan bencana gempa. Kami mendukung keinginan bersama untuk bagaimana masyarakat kita bisa lebih familiar dekat dan paham permasalahan gempa,” kata Muhammad Idris.